• Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Karir
  • About Us
  • Kontak
Senin, September 28, 2026
Plg.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
No Result
View All Result
Plg.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
selamat hari raya idul fitri selamat idul adha banner pemkab muba, bijak dan cermat
ADVERTISEMENT
Home Nasional

Rwanda: IAF ke-2 Kunci Hadapi Tantangan Lingkungan dan Ekonomi Negara Berkembang

Ketidakseimbangan dalam perdagangan dan pertukaran komoditas antara negara

Wijayanto Reporter Wijayanto
24 Agustus 2024 | 21:26 WIB
in Nasional
Rwanda: IAF ke-2 Kunci Hadapi Tantangan Lingkungan dan Ekonomi Negara Berkembang

Caption Foto: Duta Besar Republik Rwanda untuk Indonesia Sheikh Abdul Karim Harelimana pada Kamis (22/8/2024) di Jakarta menegaskan Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2 sangat penting bagi Indonesia dan Rwanda, serta bagi negara-negara Afrika lain yang berpartisipasi karena memberi manfaat bagi kedua ANTARA/Katriana

WhatsappTelegramFacebook

Duta Besar Republik Rwanda Sheikh Abdul Karim Harelimana menegaskan Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2 sangat penting bagi Indonesia dan Rwanda, serta bagi negara-negara Afrika lain dalam mengatasi tantangan-tantangan di bidang lingkungan dan ekonomi.
Tantangan-tantangan yang ia maksud antara lain adanya ketidakseimbangan dalam perdagangan dan pertukaran komoditas antara negara-negara berkembang dan negara-negara maju.

“Global North (negara-negara maju) mengambil bahan baku mentah dan dengan harga yang sangat murah. Ketika mereka mengolahnya di negara mereka, di pabrik-pabrik mereka, dan di industri-industri mereka, mereka membawanya kembali ke negara-negara berkembang dengan harga yang sangat tinggi dan sangat mahal,” katanya pada Kamis (22/8/2024) di Jakarta.

BeritaTerkait

Lampaui Target, LP2B Capai 87,63 Persen di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA

Lampaui Target, LP2B Capai 87,63 Persen di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA

26 September 2026 | 11:32 WIB
Momentum HANTARU 2026, Kementerian ATR/BPN Dekatkan Layanan Pertanahan ke Masyarakat

Momentum HANTARU 2026, Kementerian ATR/BPN Dekatkan Layanan Pertanahan ke Masyarakat

26 September 2026 | 09:57 WIB

Tantangan lainnya adalah degradasi lingkungan yang terus meningkat, terutama di negara-negara Barat, dimana perindustriannya menyebabkan kerusakan lingkungan sehingga menimbulkan dampak yang besar bagi seluruh dunia.

“Dan ketika kita membahasnya, ketika kita mencarikan solusi untuk itu, mereka melihatnya dari perspektif ekonomi mereka, dari sisi ekonomi yang tidak ingin mereka hilangkan (mengalami kerugian),” katanya.

Harelimana berharap melalui Forum Indonesia-Afrika yang ke-2, Indonesia dan negara-negara Afrika dapat menemukan solusinya sendiri atas tantangan-tantangan yang dihadapi negara-negara berkembang.

“Jadi, jika negara-negara Belahan Bumi Selatan memahami bahwa masalah-masalah ini memerlukan perhatian mereka dan solusi dari dalam diri mereka sendiri, saya berharap dengan forum ini, kita akan mampu menghadapi dan mengatasi tantangan-tantangan ini,” katanya.

Dengan mengambil tema “Bandung Spirit for Africa’s Agenda 2063”, Forum Indonesia-Afrika ke-2 diharapkan dapat menjadi pondasi dalam pembangunan kerja sama antara Indonesia dengan negara-negara Afrika di masa mendatang.

Beberapa kerja sama yang akan diprioritaskan dalam forum tersebut antara lain kerja sama dalam transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan pembangunan.

Hasil konkret yang diharapkan dapat dicapai antara lain perjanjian antara pemerintah atau G-to-G, kesepakatan bisnis G-to-B maupun B-to-B, dan Grand Design pembangunan Indonesia dengan Afrika, termasuk dengan Negara-negara Ketiga melalui triangular cooperation. (Katriana/ Rahmad Nasution /TR/Elvira Inda Sari).

Tags: Forum indonesia afrikaPerdagangan

Feed Instagram

View this profile on Instagram

Popular Science (@popsci) • Instagram photos and videos

Related Posts

Lampaui Target, LP2B Capai 87,63 Persen di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA

Lampaui Target, LP2B Capai 87,63 Persen di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA

26 September 2026 | 11:32 WIB
Momentum HANTARU 2026, Kementerian ATR/BPN Dekatkan Layanan Pertanahan ke Masyarakat

Momentum HANTARU 2026, Kementerian ATR/BPN Dekatkan Layanan Pertanahan ke Masyarakat

26 September 2026 | 09:57 WIB
Pesan Nusron Wahid di Peringatan HANTARU 2026: Transformasi, Layani Lebih Pasti Jadi Cara Kerja Sehari-hari

Pesan Nusron Wahid di Peringatan HANTARU 2026: Transformasi, Layani Lebih Pasti Jadi Cara Kerja Sehari-hari

26 September 2026 | 09:51 WIB
Ramah Tamah HANTARU 2026, Ossy Dermawan: Momentum Transformasi Layanan yang Memberi Kepastian

Ramah Tamah HANTARU 2026, Ossy Dermawan: Momentum Transformasi Layanan yang Memberi Kepastian

26 September 2026 | 09:45 WIB
Prabowo dan Akademisi Bahas Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla

Prabowo dan Akademisi Bahas Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla

25 September 2026 | 14:29 WIB
Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya

Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya

25 September 2026 | 14:21 WIB
@palembang

Trending

Kualitasnya Mantap, Jalan Desa Tanjung Agung Jadi Contoh Pembangunan di Muba

Film Panor (2025): Kutukan Kuno di Horor Thailand

Pemkab Muba Larang Memancing Ikan di Taman Air Serasan Sekate

Berlibur Makin Cerdas, Pemenang tiket.com Top Spender 2026 Bawa Pulang Logam Mulia hingga Toyota Veloz Hybrid

RUU Pengaturan Reforma Agraria Disetujui Jadi Undang-Undang, Pemerintah Upayakan Kemakmuran Rakyat

Inspirasi di Tengah Bencana Kekeringan, Film The Boy Who Harnessed the Wind 2019

Escape: Ketika Penculikan Berubah Menjadi Pelarian

Info Terbaru

Perjuangan Kakek Peternak Sapi

Film Green and Gold, Kisah Perjuangan Kakek Peternak Sapi dan Impian Sang Cucu

26 September 2026 | 22:18 WIB
Lampaui Target, LP2B Capai 87,63 Persen di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA

Lampaui Target, LP2B Capai 87,63 Persen di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA

26 September 2026 | 11:32 WIB
Momentum HANTARU 2026, Kementerian ATR/BPN Dekatkan Layanan Pertanahan ke Masyarakat

Momentum HANTARU 2026, Kementerian ATR/BPN Dekatkan Layanan Pertanahan ke Masyarakat

26 September 2026 | 09:57 WIB
Pesan Nusron Wahid di Peringatan HANTARU 2026: Transformasi, Layani Lebih Pasti Jadi Cara Kerja Sehari-hari

Pesan Nusron Wahid di Peringatan HANTARU 2026: Transformasi, Layani Lebih Pasti Jadi Cara Kerja Sehari-hari

26 September 2026 | 09:51 WIB
Ramah Tamah HANTARU 2026, Ossy Dermawan: Momentum Transformasi Layanan yang Memberi Kepastian

Ramah Tamah HANTARU 2026, Ossy Dermawan: Momentum Transformasi Layanan yang Memberi Kepastian

26 September 2026 | 09:45 WIB
Bencana Kekeringan

Inspirasi di Tengah Bencana Kekeringan, Film The Boy Who Harnessed the Wind 2019

25 September 2026 | 21:39 WIB

Kulineran Bareng Plg!

@majolemak.plg

  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Karir
  • About Us
  • Kontak

Plg.co.id - Medianya Milenial & Gen Z

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Sport
  • Sriwijaya FC
  • Tekno & Sains
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Media Sosial
  • Film
  • Foto
  • Advertorial
  • Liputan Khusus

Plg.co.id - Medianya Milenial & Gen Z

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist