PALEMBANG – Niat hati berziarah ke makam orang tua, sepeda motor milik Doni Leonar (33) justru raib digondol kawanan pencuri.
Peristiwa pencurian tersebut terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat, Jalan Bambang Utoyo, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BG 5581 AEJ milik warga Jalan Mayor Ruslan, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III itu hilang saat diparkir di sekitar area pemakaman.
Saat kejadian, korban hanya meninggalkan motornya sebentar untuk berziarah.
Akibat kejadian tersebut, Doni harus merelakan kendaraan yang sebentar lagi lunas dari cicilan. Tak lama setelah kejadian, korban langsung melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian.
Ditemui Jumat siang (16/1/2026), Doni menceritakan dirinya baru tiba di TPU Kandang Kawat dan langsung memarkirkan sepeda motornya sebelum masuk ke area makam orang tuanya.
Namun, ketika kembali, ia terkejut mendapati motornya sudah tidak berada di tempat.
“Saya cuma sebentar ziarah. Pas balik, motor sudah tidak ada. Saya langsung cek CCTV toko bangunan di sekitar TPU, ternyata motor saya dicuri,” ujar Doni.
Dari rekaman kamera pengawas tersebut, terlihat dua orang pelaku yang diduga sudah mengincar sepeda motor korban. Menurut Doni, para pelaku sempat memperhatikan situasi sekitar sebelum akhirnya beraksi.
“Mereka sempat melihat saya berada di area kuburan. Karena merasa aman, pelaku langsung beraksi. Tidak sampai satu menit, motor saya sudah dibawa kabur,” katanya.
Doni menduga sepeda motornya menjadi sasaran karena diparkir sendirian. Setelah kejadian, ia kembali memastikan rekaman CCTV yang memperlihatkan dua orang pelaku melarikan sepeda motornya ke arah jalan utama.
“Motor itu baru saya bayar angsurannya hari itu, eh sore harinya malah hilang. Padahal tinggal sekitar empat bulan lagi lunas,” ungkapnya dengan nada sedih.
Sementara itu, Doni mengaku telah membuat laporan ke pihak kepolisian. Namun, karena sepeda motor tersebut masih dalam status kredit, pihak kepolisian menyarankan agar korban melengkapi berkas administrasi dari pihak leasing terlebih dahulu.
“Karena motor masih kredit, saya diminta melengkapi berkas-berkas dari leasing. Sekarang sedang saya urus agar proses laporannya bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.















