PALEMBANG – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan taringnya.
Kali ini, sinar kejayaan UMKM semakin terang berkat peran aktif PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang diganjar dua
penghargaan bergengsi dalam ajang Bina Mitra UMKM Award 2025.
Tak hanya PTBA yang berjaya, UMKM binaannya, SIBA Batik Kujur, juga ikut naik podium.
Keduanya sama-sama meraih penghargaan kategori Gold untuk Perusahaan Pembina dan UMKM Binaan Terbaik.
Bukti Komitmen Nyata, Bukan Sekadar Janji
Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tapi wujud nyata dari komitmen PTBA dalam mendorong kemandirian
ekonomi masyarakat melalui pembinaan UMKM berkelanjutan.
“Penghargaan ini adalah kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan upaya
pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan UMKM,” ujar Dedy Saptaria Rosa, Sustainability Division Head PTBA.
Sebagai bagian dari Grup MIND ID, PTBA mengusung praktik pertambangan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Pembinaan UMKM adalah salah satu pilar utama dalam upaya tersebut.
Dari Pelatihan hingga Kemasan Cantik Ramah Lingkungan
Sejak 1992, PTBA telah aktif menyalurkan dana kemitraan untuk UMKM.
Kini, pembiayaan berlanjut melalui kerja sama dengan BRI, membuka akses permodalan yang lebih luas.
Tak hanya dana, PTBA juga rutin menggelar pelatihan—mulai dari manajemen usaha, produksi, keuangan, digitalisasi, hingga desain kemasan.
UMKM binaan kini tak lagi tampil dengan plastik seadanya, melainkan hadir dengan kemasan menarik yang ramah lingkungan.
Lebih dari itu, pelaku UMKM juga dibekali kemampuan membuat logo, company profile, foto produk, katalog digital, hingga pencatatan stok.
Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) dan Rumah BUMN pun dibangun sebagai panggung bagi UMKM untuk unjuk gigi dan memasarkan produk.
48 UMKM Naik Kelas, Batik Kujur Jadi Sorotan
Sepanjang 2024, PTBA menggelar 33 pelatihan, memfasilitasi 20 pameran dan bazar, dan mengadakan program magang serta site visit.
Hasilnya, 48 UMKM binaan naik kelas—salah satunya SIBA Batik Kujur.
UMKM batik ini sukses menumbuhkan jumlah kelompok pengrajin dari 5 menjadi 12 kelompok.
Dengan pewarna alami dan sentuhan lokal yang kental, SIBA Batik Kujur melahirkan pengrajin-pengrajin baru
yang siap mengembangkan batik khas Tanjung Enim ke pasar yang lebih luas.
UMKM Kuat, Ekonomi Rakyat Hebat
Kisah sukses ini membuktikan bahwa sinergi antara perusahaan besar dan UMKM bisa jadi kunci untuk memperkuat struktur ekonomi nasional.
PTBA membuktikan bahwa pertambangan tak hanya soal tambang—tetapi juga soal membangun masa depan bersama masyarakat.

















