PALEMBANG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Selatan bersama PT Hutama Karya (Persero) membahas perkembangan pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung serta kesiapan pengaturan lalu lintas menjelang arus Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Dalam pertemuan tersebut, ruas Tol Palembang–Betung ditargetkan dapat difungsionalkan pada masa libur akhir tahun.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi di Kantor Hutama Karya Tol Palindra, Rabu (5/8/2026), yang dipimpin Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol. Robertho Pardede, S.I.K., M.I.K. Pertemuan dihadiri jajaran Ditlantas Polda Sumsel, Satlantas Polres Ogan Ilir, dan manajemen PT Hutama Karya Regional Sumatera Bagian Selatan.
Selain membahas progres pembangunan jalan tol, kedua pihak juga berdiskusi mengenai pengamanan lalu lintas, kesiapan operasional ruas fungsional, hingga langkah antisipasi menghadapi peningkatan volume kendaraan saat libur Natal dan Tahun Baru.
PT Hutama Karya menjelaskan saat ini mengelola lima ruas jalan tol di wilayah Sumatera Bagian Selatan, yakni Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), Tol Palembang–Indralaya (Palindra), Tol Indralaya–Prabumulih (Indraprabu), Tol Bengkulu–Taba Penanjung, serta menjadi kontraktor dan operator pembangunan Ruas Betung–Jambi milik pemerintah.
Berdasarkan data operasional Juli 2026, Tol Palindra mencatat rata-rata lalu lintas harian sekitar 9.439 kendaraan, Tol Terpeka 9.370 kendaraan, Tol Indralaya–Prabumulih 4.459 kendaraan, dan Tol Bengkulu–Taba Penanjung sekitar 1.914 kendaraan per hari.
Sementara itu, progres pembangunan Tol Palembang–Betung terus berjalan. Hingga saat ini, konstruksi Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang sekitar 55 kilometer telah mencapai sekitar 93 persen. PT Hutama Karya menargetkan ruas tol sepanjang sekitar 69 kilometer tersebut dapat difungsionalkan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 dengan tetap memperhatikan kesiapan konstruksi dan aspek keselamatan.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol. Robertho Pardede mengatakan Ditlantas Polda Sumsel siap mendukung pembangunan jalan tol tersebut, termasuk dalam aspek pengamanan dan manajemen lalu lintas agar operasional ruas fungsional nantinya dapat berjalan aman dan lancar.
“Pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung merupakan proyek strategis yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Kami siap mendukung dari sisi pengamanan, pengaturan, hingga rekayasa lalu lintas agar proses pembangunan maupun saat ruas ini difungsionalkan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Robertho.
Ia menambahkan, koordinasi dengan PT Hutama Karya dan seluruh instansi terkait akan terus dilakukan, terutama menjelang arus Natal dan Tahun Baru yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas masyarakat.
“Kami berharap ketika ruas tol ini mulai difungsionalkan pada periode Nataru, masyarakat dapat melintas dengan aman dan nyaman. Karena itu, seluruh persiapan, termasuk skenario rekayasa lalu lintas, harus dimatangkan sejak sekarang,” katanya.
Masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan, di antaranya pembebasan 22 bidang lahan di kawasan Simpang Sebidang Pangkalan Balai yang masih dalam proses penyelesaian. Selain itu, pada STA 46 hingga STA 48 terdapat lahan rawa sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang sedang dipadatkan menggunakan metode vacuum consolidation dan ditargetkan siap diaspal pada November 2026.
Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas saat Nataru, PT Hutama Karya telah menyiapkan jalur fungsional sekitar tiga kilometer dari Tanah Mas menuju Musi Landas guna mengurangi kepadatan di Jalan Nasional KM 17. Jalur tersebut akan dioperasikan secara situasional berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepolisian.
Perusahaan juga menyiapkan kendaraan patroli, PJR, rescue, derek, serta skema pengalihan arus di Gerbang Tol Kayu Agung apabila terjadi antrean kendaraan hingga 800–900 meter.
Sebagai tindak lanjut, Ditlantas Polda Sumsel dan PT Hutama Karya akan memperkuat koordinasi dengan ATR/BPN serta Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat penyelesaian pembebasan lahan. Selain itu, akan dilaksanakan Tactical Floor Game (TFG) bersama Polda Sumsel, Polres jajaran, dan instansi terkait sebagai simulasi rekayasa lalu lintas menjelang arus Natal dan Tahun Baru.















