PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang membagikan sekitar 5.000 bendera Merah Putih secara gratis kepada masyarakat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.
Pembagian bendera dipusatkan di kawasan Simpang Lima DPRD Kota Palembang. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme, persatuan dan kesatuan, sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palembang, Kgs Sulaiman Amin, mengatakan pembagian bendera tersebut diharapkan mendorong masyarakat untuk turut menyemarakkan HUT Kemerdekaan dengan mengibarkan Merah Putih di lingkungan masing-masing.
“Pembagian bendera ini kita harapkan dapat menggugah masyarakat untuk memasang dan mengibarkan bendera Merah Putih di lingkungan masing-masing. Ini merupakan bentuk kecintaan kita kepada tanah air sekaligus penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan,” ujar Sulaiman.
Ia mengatakan distribusi bendera tidak hanya dilakukan di kawasan Simpang Lima DPRD, tetapi juga melalui kecamatan dan kelurahan agar dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Kota Palembang.
Pengadaan ribuan bendera tersebut merupakan hasil kontribusi bersama jajaran Pemkot Palembang, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, komunitas dan berbagai elemen lainnya.
“Ini merupakan bentuk gotong royong seluruh elemen masyarakat dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.
TP PKK Siapkan 1.000 Bendera
Dukungan terhadap gerakan pembagian bendera juga datang dari Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa. Ia turut mendorong masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana untuk mengingat kembali besarnya perjuangan para pahlawan.
TP PKK Kota Palembang bahkan merencanakan pembagian sekitar 1.000 bendera kepada masyarakat pada Jumat mendatang. Pembagian tersebut diharapkan semakin memperluas jangkauan distribusi, terutama kepada warga yang belum mendapatkan bendera.
“Semangat perjuangan para pahlawan harus terus kita tanamkan kepada masyarakat. Salah satunya melalui gerakan mengibarkan Merah Putih dalam memperingati kemerdekaan,” ujar Dewi.
Kegiatan pembagian bendera juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk mantan narapidana terorisme (eks napiter), Abdurahman Thaif. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
Abdurahman, yang kini menjalani aktivitas sebagai pedagang ayam potong, usaha laundry dan terapi rukyah, turut mengajak masyarakat untuk ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dengan mengibarkan bendera Merah Putih.
“Mari kita sama-sama memeriahkan HUT Kemerdekaan dengan mengibarkan bendera Merah Putih. Ini adalah simbol perjuangan dan persatuan kita sebagai bangsa Indonesia,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai ajakan yang mengatasnamakan motivasi keagamaan tetapi berpotensi mengarah pada kegiatan yang tidak baik.
Menurutnya, kewaspadaan terhadap penyebaran paham dan ajakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan beragama penting untuk menjaga keamanan serta persatuan masyarakat.















