PALEMBANG – Perusahaan transportasi berbasis kendaraan listrik asal Vietnam, Green SM, resmi membidik Kota Palembang sebagai daerah ekspansi berikutnya di Indonesia.
Sebanyak 200 unit taksi listrik disiapkan untuk melayani sekitar 1,8 juta masyarakat Kota Palembang.
Pemerintah Kota Palembang menyambut positif rencana investasi tersebut, namun menegaskan bahwa seluruh persyaratan teknis, administrasi, dan aspek keselamatan harus dipenuhi sebelum armada beroperasi.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan kehadiran Green SM merupakan peluang investasi yang baik bagi daerah.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya mitigasi risiko mengingat armada yang digunakan merupakan kendaraan listrik.
“Ini merupakan investasi yang baik bagi Kota Palembang, tetapi harus dipersiapkan dari berbagai sisi. Karena ini taksi listrik, perlu mitigasi risiko dan seluruh perizinan harus dipenuhi. Salah satu syarat utama adalah seluruh kendaraan wajib lulus uji KIR sebelum dioperasikan,” ujar Isnaini.
Selain memastikan seluruh armada memenuhi standar kelaikan jalan, Green SM juga diminta menyiapkan kebutuhan operasional secara mandiri.
Hal tersebut meliputi penyediaan pool kendaraan yang memadai serta pembangunan atau penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang mencukupi.
“Perusahaan juga harus memastikan ketersediaan SPKLU sehingga tidak membebani fasilitas publik yang telah ada,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Heriyanto, membenarkan bahwa Green SM telah mengajukan izin resmi untuk beroperasi di wilayah Kota Palembang. Saat ini proses perizinan masih berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Heriyanto, kehadiran 200 armada taksi listrik akan semakin melengkapi sistem transportasi publik di Palembang yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang paling lengkap di Pulau Sumatera.
Kota ini telah memiliki berbagai moda transportasi, mulai dari Light Rail Transit (LRT), Bus Rapid Transit (BRT), angkutan feeder, transportasi sungai, hingga layanan taksi konvensional.















