Palembang – Nasib tragis menimpa PS (12), seorang anak perempuan di Kota Palembang yang menjadi korban dugaan pemerkosaan oleh seorang pria yang mengaku sebagai driver ojek online. Peristiwa memilukan ini terjadi di kawasan Jalan Karang Sari, Kecamatan Gandus, pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius pada bagian vital hingga harus menjalani tindakan operasi di RS Bhayangkara M Hasan Polda Sumsel. Saat ini, korban masih dalam perawatan intensif, sementara pihak keluarga telah melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Palembang.
Ayah korban, Amri Ansori (34), menuturkan bahwa sebelum kejadian, anaknya berpamitan untuk keluar rumah bersama seorang teman dengan tujuan menonton pertunjukan tarian India. Namun, dalam perjalanan menuju lokasi di kawasan Jalan Karang Sari, korban dan temannya dihampiri oleh seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor dan mengenakan jaket bertuliskan “Maxim”.
“Pelaku menawarkan untuk mengantar korban dan temannya ke lokasi tujuan, bahkan sempat mengiming-imingi uang dan minuman,” ujar Amri saat memberikan keterangan, Selasa (5/5/2026).
Meski tawaran tersebut sempat ditolak, pelaku diduga memaksa korban untuk ikut bersamanya. Teman korban yang ketakutan memilih melarikan diri dan kembali ke rumahnya.
Setibanya di rumah, teman korban langsung menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Mendapatkan informasi itu, keluarga segera melakukan pencarian. Tak lama kemudian, korban ditemukan dalam kondisi berjalan seorang diri.
“Korban mengaku telah menjadi korban pemerkosaan. Dia juga sempat menyampaikan hal itu kepada tetangga. Atas kejadian itu, saya langsung melapor ke pihak kepolisian,” ungkap Amri.
Sementara itu, Kapolsek Gandus Palembang, AKP I Made Budhi Harta, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, saat ini pihaknya bersama Satreskrim Polrestabes Palembang tengah melakukan penyelidikan intensif.
“Tim sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyisiran di sekitar lokasi untuk mencari barang bukti serta mengidentifikasi pelaku,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap anak-anak, serta segera melapor apabila mengetahui informasi yang dapat membantu proses pengungkapan kasus ini.

















