PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan rekrutmen anggota Polri yang bersih dan profesional melalui pelaksanaan tes psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT) tahap I dalam seleksi Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026, Selasa (5/5/2026).
Sebanyak 164 peserta ambil bagian dalam tahapan krusial ini yang dipusatkan di SMKN 2 Palembang serta Ruang Assessment Lantai 2 Biro SDM Polda Sumsel. Sejak pukul 06.00 WIB, seluruh peserta telah menjalani proses sterilisasi dan pemeriksaan ketat sebagai langkah awal menjamin integritas serta mencegah potensi kecurangan.
Pelaksanaan tes berlangsung di bawah pengawasan berlapis yang melibatkan unsur internal seperti Itwasda dan Propam, serta pengawas eksternal dari masyarakat. Skema ini dirancang untuk memastikan seluruh proses berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Karo SDM Polda Sumsel, Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., didampingi Katim Pemeriksaan Psikologi AKP Eka Mawarti, M.Psi., Psikolog. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur yang ditetapkan Mabes Polri.
Tes psikologi berbasis CAT menjadi instrumen penting dalam menyaring calon anggota Polri yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki kesiapan mental, kepribadian matang, serta integritas tinggi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Polda Sumsel mengedepankan prinsip BETAH — Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Melalui sistem CAT, hasil ujian dapat langsung diketahui peserta secara real time usai pengerjaan, sekaligus diverifikasi secara terbuka sebagai bentuk akuntabilitas publik.
Langkah ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri yang menitikberatkan pada profesionalitas dan transparansi dalam setiap lini pelayanan, termasuk rekrutmen personel. Proses seleksi yang terbuka ini juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan tanpa pungutan biaya dan sepenuhnya berbasis kemampuan peserta.
“Seluruh proses kami pastikan berjalan transparan dan akuntabel. Tidak ada ruang bagi praktik percaloan maupun intervensi. Semua peserta memiliki peluang yang sama untuk lolos berdasarkan kompetensi yang dimiliki,” tegasnya.















