• Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Karir
  • About Us
  • Kontak
Jumat, Februari 13, 2026
Plg.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
No Result
View All Result
Plg.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
hut kopri ke-54 banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Film

Psikologi di Balik Tragedi Pada Film Weapons

Lian Aka Reporter Lian Aka
15 September 2025 | 09:20 WIB
in Film
Film Weapons, Kehilangan Anak, Kehancuran Mental
WhatsappTelegramFacebook

PALEMBANG – Film horor Weapons (2025) karya sutradara Barbarian, Zach Cregger, tidak hanya mengandalkan teror supranatural. Film ini juga menggali sisi psikologi yang gelap. Selain itu, Film Weapons berfokus pada hilangnya anak-anak secara massal di sebuah kota kecil. Peristiwa ini memicu kehancuran mental yang meluas.

Artikel ini akan mengupas bagaimana film Weapons menggambarkan trauma. Trauma yang dirasakan oleh orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar. Mereka harus menghadapi ketidakpastian. Mereka harus menghadapi kesedihan yang mendalam.

BeritaTerkait

Mission Cross

Mission Cross: Aksi Komedi Pasangan Suami Istri di Netflix

11 Februari 2026 | 20:22 WIB
believer 2, Kartel Narkoba Terbesar

Believer 2: Aksi Kriminal Pengejaran Kartel Narkoba Terbesar di Netflix

8 Februari 2026 | 21:37 WIB

Krisis Psikologis pada Orang Tua

Weapons menggambarkan kengerian yang paling besar bagi orang tua. Kehilangan anak tanpa jejak. Orang tua seperti Archer Graff (Josh Brolin) tidak hanya kehilangan anak. Mereka juga kehilangan alasan untuk hidup. Film ini menunjukkan beberapa tahapan emosional:

  • Penyangkalan dan Keputusasaan: Awalnya, orang tua menolak kenyataan. Mereka mencari-cari petunjuk yang tidak ada. Mereka berpegang pada harapan yang sangat tipis.
  • Rasa Bersalah: Orang tua mulai menyalahkan diri sendiri. Mereka merasa gagal. Mereka merasa seharusnya bisa melindungi anak-anak mereka.
  • Kemarahan dan Keretakan Hubungan: Tragedi ini menyebabkan hubungan dalam keluarga menjadi retak. Mereka saling menyalahkan satu sama lain. Rasa frustrasi dan amarah mengubah mereka menjadi orang yang berbeda.

Film ini menunjukkan bagaimana peristiwa traumatis bisa mengikis mental. Bahkan, bisa menghancurkan ikatan keluarga yang paling kuat sekalipun.

Sekolah sebagai Episentrum Kekacauan Emosional

Sekolah adalah tempat anak-anak menghilang. Tempat itu berubah menjadi simbol kesedihan. Kepala sekolah Marcus (Benedict Wong) dan guru Justine Gandy (Julia Garner) harus menghadapi trauma ganda.

  • Guru yang Bertanggung Jawab: Justine merasa sangat bertanggung jawab. Ia adalah guru dari anak-anak itu. Ia merasa gagal melindungi mereka. Perjuangannya mencerminkan rasa bersalah. Rasa bersalah itu adalah yang dirasakan oleh setiap guru di sana.
  • Institusi yang Hancur: Sekolah tidak lagi menjadi tempat aman. Ia menjadi monumen tragedi. Peristiwa itu merusak fondasi kepercayaan pada komunitas.

Dampak pada Lingkungan dan Komunitas

Hilangnya anak-anak tidak hanya memengaruhi keluarga. Kejadian itu memengaruhi seluruh kota Maybrook. Ketidakjelasan itu menyebabkan ketakutan. Ketakutan itu menyebar seperti virus.

  • Paranoia dan Ketidakpercayaan: Masyarakat mulai mencurigai satu sama lain. Mereka mencari kambing hitam. Mereka mencari jawaban yang masuk akal. Kondisi ini merusak ikatan sosial.
  • Hilangnya Keamanan: Kota Maybrook tidak lagi menjadi tempat yang aman. Rasa aman itu hilang. Orang tua takut membiarkan anak-anak mereka bermain. Mereka tahu, bahaya bisa datang dari mana saja.
  • Trauma Kolektif: Kota ini mengalami trauma kolektif. Mereka dipaksa untuk hidup dengan kenyataan pahit. Kenyataannya adalah anak-anak mereka hilang. Mereka tidak memiliki petunjuk apa pun.

Hubungan dan Konflik Justine Gandy dalam Film Weapons

Justine Gandy tidak memiliki teman dekat yang signifikan. Sebaliknya, hubungan dengan orang di sekitar justru tegang dan penuh konflik. Berikut adalah detail hubungan Justine Gandy dalam film:

  • Dengan Orang Tua Murid: Hubungan Justine dengan orang tua murid, terutama Archer Graff (diperankan oleh Josh Brolin), sangatlah buruk. Karena semua anak yang hilang adalah muridnya, Justine menjadi kambing hitam bagi seluruh kota. Ia dituduh tahu lebih banyak daripada yang ia katakan, dan para orang tua menyalahkan dirinya atas tragedi tersebut.
  • Dengan Polisi: Film ini mengungkapkan bahwa Justine menjalin hubungan romantis yang rumit dengan seorang polisi bernama Paul Morgan (Alden Ehrenreich), yang merupakan seorang polisi lokal yang sudah menikah. Hubungan ini bukanlah hubungan pertemanan, melainkan hubungan yang beracun dan menambah masalah dalam hidup Justine.
  • Dengan Komunitas: Setelah anak-anak menghilang, Justine harus menghadapi pengucilan dari komunitasnya. Ia menjadi objek kemarahan dan kebencian. Hal ini menunjukkan bagaimana trauma kolektif dapat merusak ikatan sosial.

Film Weapons menunjukkan bahwa Justine adalah sosok yang kesepian dan terisolasi. Hilangnya anak-anak tidak hanya merenggut murid-muridnya, tetapi juga merusak sisa-sisa hubungan yang ia miliki dan mendorongnya untuk mengatasi masalah pribadinya, seperti kecanduan alkohol dan kesendirian.

Selain itu, Weapons adalah film horor yang cerdas. Bukan hanya menakutkan, tetapi juga menyentuh. Film Weapons adalah studi mendalam tentang psikologi manusia. Ia menunjukkan bagaimana sebuah komunitas dapat hancur oleh trauma.

Film Weapons adalah pengingat. Pengingat bahwa ketakutan terbesar tidak selalu datang dari monster. Ketakutan terbesar bisa datang dari kehilangan dan ketidakpastian.

Tags: Kehancuran MentalKehilangan AnakPsikologi

Feed Instagram

View this profile on Instagram

Popular Science (@popsci) • Instagram photos and videos

Related Posts

Mission Cross

Mission Cross: Aksi Komedi Pasangan Suami Istri di Netflix

11 Februari 2026 | 20:22 WIB
believer 2, Kartel Narkoba Terbesar

Believer 2: Aksi Kriminal Pengejaran Kartel Narkoba Terbesar di Netflix

8 Februari 2026 | 21:37 WIB
Your Eyes Tell

Your Eyes Tell: Film Romantis yang Menyentuh Hati di Netflix

7 Februari 2026 | 08:30 WIB
Sinopsis Film Always

Always: Film Korea Romantis yang Sangat Mengharukan di Netflix

6 Februari 2026 | 20:37 WIB
I Have a Secret

I Have a Secret: Kisah Rahasia dan Kekuatan Tersembunyi di Sekolah

5 Februari 2026 | 08:30 WIB
Drawing Closer

Drawing Closer: Film Jepang Tentang Makna Hidup di Netflix

4 Februari 2026 | 21:30 WIB
@palembang

Trending

Review Mouse (2021), Drakor Psikopat Penuh Misteri

Escape: Ketika Penculikan Berubah Menjadi Pelarian

Sabeum Ryzki Oer Siap Bawa GTA Palembang Mengaum di Nusa Cup IV

Mantan Anggota DPRD Eddy Rianto Laporkan Oknum Penyidik Polres Prabumulih ke Propam Mabes Polri

Weapons: Misteri di Balik Hilangnya Anak-Anak

Strategi Pemulihan Logindo Samudramakmur Tbk: Membidik Pertumbuhan Industri Lepas Pantai 2026

CEO Digi Sport Asia Anggoro Prajesta Mundur dari Sriwijaya FC

Info Terbaru

Cepat Layani Aduan Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Imbau Jajaran Perkuat Koordinasi dengan Ditjen Teknis

Cepat Layani Aduan Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Imbau Jajaran Perkuat Koordinasi dengan Ditjen Teknis

13 Februari 2026 | 07:22 WIB
Melalui KKNP-PTLP, Taruna/i STPN Ikut Andil dalam Pemutakhiran Data Digital Pertanahan

Melalui KKNP-PTLP, Taruna/i STPN Ikut Andil dalam Pemutakhiran Data Digital Pertanahan

13 Februari 2026 | 07:12 WIB
Dilepas Wamen ATR/BPN, 30 Taruna/i STPN Ikuti KKN Pertanahan untuk Restorasi Arsip Pasca Bencana di Aceh dan Sumut

Dilepas Wamen ATR/BPN, 30 Taruna/i STPN Ikuti KKN Pertanahan untuk Restorasi Arsip Pasca Bencana di Aceh dan Sumut

12 Februari 2026 | 23:26 WIB
Nusron Wahid Paparkan Roadmap Penetapan LSD di 2026

Nusron Wahid Paparkan Roadmap Penetapan LSD di 2026

12 Februari 2026 | 22:53 WIB
Jaga Dokumen Negara, Kementerian ATR/BPN Gandeng Taruna/i STPN Percepatan Restorasi Arsip Pertanahan Pasca Bencana

Jaga Dokumen Negara, Kementerian ATR/BPN Gandeng Taruna/i STPN Percepatan Restorasi Arsip Pertanahan Pasca Bencana

12 Februari 2026 | 19:30 WIB
ANRI Apresiasi ATR/BPN Libatkan Taruna/i STPN Percepat Restorasi Arsip Pertanahan Pasca Bencana

ANRI Apresiasi ATR/BPN Libatkan Taruna/i STPN Percepat Restorasi Arsip Pertanahan Pasca Bencana

12 Februari 2026 | 19:10 WIB

Kulineran Bareng Plg!

@majolemak.plg

Official Partner

sumsel agensi media, sumsel, plg
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Karir
  • About Us
  • Kontak

Plg.co.id - Medianya Milenial & Gen Z

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Sport
  • Sriwijaya FC
  • Tekno & Sains
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Media Sosial
  • Film
  • Foto
  • Advertorial
  • Liputan Khusus

Plg.co.id - Medianya Milenial & Gen Z

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist