Pagar Alang– Prestasi membanggakan diraih pemuda asal Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, Wawan Alamsyah, yang berhasil masuk dalam 50 Besar Kandidat Terbaik Pejuang Pariwisata Indonesia 2026 atau Local Hero in Tourism pada ajang Wonderful Indonesia Award 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata.
Wawan yang juga menjabat sebagai Ketua Desa Wisata Gunung Dempo menjadi satu-satunya perwakilan dari Kota Pagar Alam yang berhasil lolos dalam seleksi nasional tersebut. Penghargaan ini diberikan kepada individu-individu inspiratif dari berbagai daerah yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam mengembangkan pariwisata Indonesia secara berkelanjutan.
Para kandidat dipilih berdasarkan dampak yang telah mereka ciptakan terhadap pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, peningkatan ekonomi daerah, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi Wawan, keterlibatannya di sektor pariwisata bukan sekadar menyalurkan hobi, melainkan telah menjadi sebuah panggilan untuk membangun kampung halamannya.
Kegelisahan melihat besarnya potensi wisata Pagar Alam yang belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi masyarakat menjadi alasan utama dirinya fokus mengembangkan sektor tersebut.
“Saat saya melihat dan merenungi potensi luar biasa yang dimiliki Pagar Alam, ada rasa gelisah. Dengan kekayaan alam yang begitu indah, apakah masyarakat kita sudah benar-benar menjadi tuan rumah dan menikmati hasilnya? Dari situlah muncul semangat untuk terus bergerak,” ujar Wawan saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, sektor pariwisata merupakan salah satu bidang yang paling memungkinkan untuk dikelola langsung oleh masyarakat desa. Karena itu, pengembangan destinasi wisata harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi secara nyata bagi warga sekitar.
“Pagar Alam merupakan kota pariwisata dan pendidikan. Industri pariwisata terbukti bisa dikelola langsung oleh masyarakat desa sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. Pengembangan wisata harus berbasis pemberdayaan masyarakat agar kesejahteraan warga ikut meningkat,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan pelestarian budaya lokal.
Bersama tim Desa Wisata Gunung Dempo, Wawan terus melakukan berbagai inovasi melalui promosi digital, edukasi wisata, hingga mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan meluncurkan program pariwisata regeneratif, yakni konsep pengembangan wisata yang tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga memperbaiki kondisi lingkungan.
“Kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program pariwisata regeneratif. Salah satu fokusnya adalah perlindungan sumber mata air di kawasan Gunung Dempo sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan,” jelasnya.
Wawan berharap, pencapaiannya masuk dalam 50 besar Wonderful Indonesia Award 2026 dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk ikut berperan dalam memajukan sektor pariwisata di daerah masing-masing.
Ia optimistis, dengan keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pagar Alam mampu berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di mancanegara.
“Harapan saya sederhana, semoga pariwisata Pagar Alam semakin maju dan masyarakat menjadi pelaku utama yang menikmati manfaat dari perkembangan sektor ini,” tutup Wawan.
















