PALEMBANG – Menjelang dibukanya transfer window pada 10 Januari mendatang, pelatih Sriwijaya FC Budi Sudarsono terus menyiapkan langkah-langkah strategis untuk membangkitkan kembali performa tim.
Namun, segala upaya itu masih terhambat kondisi keuangan klub dan keputusan manajemen.
“Kita tetap ikut dalam pemilihan pemain, sambil menunggu manajemen yang baru,” kata Budi
Budi menjelaskan, meski memiliki beberapa nama pemain yang diincar, ia tidak bisa memutuskan sendiri tanpa persetujuan manajemen.
Hal ini membuat proses perbaikan tim menjadi terganjal, sementara waktu terus berjalan dan kompetisi tetap berlangsung.
“Kalau hanya mengandalkan pemain muda atau seadanya, itu tidak cukup. Dalam sebuah tim, komposisi harus seimbang di semua lini agar performa bisa meningkat,” kata Budi.
Ia menambahkan, meski sempat membuat PSMS Medan kerepotan pada pekan ke-13, kondisi fisik pemain yang cepat habis di babak kedua membuat ritme permainan sering berubah dari menyerang menjadi bertahan. Hal ini tentu mempersulit peluang meraih kemenangan.
Selain faktor pemain, Budi juga menyoroti kondisi posisi klasemen yang cukup memprihatinkan. Jarak poin dengan Persekat Tegal di peringkat 9 mencapai 11 poin.
Artinya, setiap pertandingan menjadi sangat krusial, dan kesempatan untuk memperbaiki posisi semakin menipis jika tim tidak mendapatkan tambahan kekuatan baru.
Pelatih yang juga mantan striker Sriwijaya FC ini berharap manajemen baru dan investor baru dapat hadir sebagai solusi.
Kehadiran mereka diharapkan mampu membuka peluang bagi perekrutan pemain yang dibutuhkan, sehingga tim tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa bersaing di putaran ketiga liga Championship musim 2025/26.
“Saya juga berharap, dengan adanya manajemen baru, kita bisa berbicara banyak di bursa transfer nanti supaya posisi kita di klasemen bisa diperbaiki,” pungkasnya.















