PALEMBANG – Perusahaan teknologi hijau asal Tiongkok, Envision Energy, resmi mengantongi Sertifikasi Amonia
Terbarukan dari Bureau Veritas untuk proyek pabrik hidrogen dan amonia hijau di Chifeng.
Ini menjadikan fasilitas tersebut sebagai pabrik amonia hijau pertama di dunia yang lolos standar ketat sertifikasi internasional.
Sertifikasi ini menandai pengakuan global atas keberhasilan Envision dalam memproduksi amonia dari hidrogen
terbarukan, dengan standar tinggi dalam keselamatan kerja, emisi karbon rendah, dan keberlanjutan lingkungan.
Proyek ini menggunakan teknologi elektrolisis canggih buatan Envision, yang di dukung oleh energi bayu dan
surya, untuk memproduksi hingga 300.000 ton amonia hijau per tahun.
Fasilitas ini juga menjadi pabrik komersial amonia hijau terbesar di dunia saat ini.
“Sertifikat ini bukan hanya pencapaian teknologi, tapi juga bukti bahwa pembangunan berkelanjutan bisa di capai secara nyata,” kata Frank Yu, Vice President Envision Energy.
Ia menambahkan bahwa perusahaan kini tengah mengajukan sertifikasi ISCC Plus pertama di Tiongkok, sekaligus
memastikan proyek mereka memenuhi standar Renewable Fuels of Non-Biological Origin (RFNBO).
Laurence Boisramé, Global Director Hydrogen Bureau Veritas, menegaskan bahwa pencapaian Envision adalah “tonggak baru” dalam industri hidrogen hijau.
“Mereka telah membuktikan produksi berskala besar yang memenuhi standar global, baik dari sisi kualitas, keberlanjutan, hingga transparansi,” ujarnya.
Sertifikasi ini tidak hanya meningkatkan kredibilitas internasional proyek Chifeng, tetapi juga memperkuat
kelayakan finansial dan penggunaan amonia hijau sebagai bahan bakar masa depan.
Dengan keberhasilan ini, Envision Energy semakin mengukuhkan diri sebagai pelopor dalam transisi energi global.
Sertifikat Bureau Veritas menjadi bukti bahwa hidrogen dan amonia terbarukan bisa diproduksi secara aman, berkelanjutan, dan siap digunakan dunia.

















