• Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Karir
  • About Us
  • Kontak
Rabu, Oktober 28, 2026
Plg.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
No Result
View All Result
Plg.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
selamat hari raya idul fitri selamat idul adha banner pemkab muba, bijak dan cermat
ADVERTISEMENT
Home Sport

Visi Misi Didi Yanto Usai Calonkan Diri di Bursa Ketua PSSI Sumsel

Direktur Operasional Sumsel United, Didi Yanto membawa delapan program unggulan dalam pencalonannya sebagai Ketua PSSI Sumsel.

Hadi Wibowo Reporter Hadi Wibowo
28 Oktober 2026 | 20:27 WIB
in Sport
Visi Misi Didi Yanto Usai Calonkan Diri di Bursa Ketua PSSI Sumsel

Direktur Operasional Sumsel United, Didi Yanto.

WhatsappTelegramFacebook

Palembang – Direktur Operasional Sumsel United, Didi Yanto membawa delapan program unggulan dalam pencalonannya sebagai Ketua PSSI Sumatera Selatan (Sumsel).

Ia menargetkan pembenahan kompetisi, penguatan pembinaan usia muda, peningkatan integritas wasit, hingga pemerataan sepak bola di 17 kabupaten/kota.

BeritaTerkait

Komite Wasit PSSI Dukung Lima Wasit Muda Indonesia Ikut AFC Referee Academy

Komite Wasit PSSI Dukung Lima Wasit Muda Indonesia Ikut AFC Referee Academy

27 Oktober 2026 | 06:09 WIB
Sumsel United Targetkan Tren Positif Lawan Adhyaksa Bekasi City

Sumsel United Targetkan Tren Positif Lawan Adhyaksa Bekasi City

23 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Didi Yanto yang menjabat Presiden Klub KMP Bumara, CEO SSB Bumara, sekaligus Manajer EPA Sumsel United U-19, menilai sepak bola Sumsel membutuhkan pembenahan sistematis agar mampu kembali bersaing di tingkat nasional.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah ketidakpastian jadwal kompetisi, terutama Liga 4 dan Piala Soeratin. Menurut dia, kompetisi yang terlaksana tanpa kalender pasti menyulitkan klub menyusun program latihan, merekrut pemain, dan menyiapkan anggaran.

“Ke depannya, kita akan pastikan kepastian jadwal kompetisi. Klub harus tahu kapan Liga 4 dimulai sehingga persiapan mereka lebih terarah,” kata Didi.

Ia bahkan membuka peluang menggratiskan biaya pendaftaran Liga 4 melalui evaluasi kebutuhan pendanaan dan upaya menggandeng sponsor swasta.

Didi menilai, kompetisi yang digelar terlalu akhir juga berpotensi merugikan klub Sumsel ketika bersaing di tingkat nasional. Sebab, klub kesulitan mendapatkan pemain yang telah terdaftar di kompetisi provinsi lain.

Karena itu, ia ingin jadwal kompetisi disusun lebih awal dan diumumkan jauh sebelum pertandingan dimulai.

Program kedua yang diusung adalah coach development atau pengembangan pelatih. Didi berencana menggandeng Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) untuk memperkuat pembinaan sekaligus memperjuangkan hak-hak pelatih.

Menurut dia, perhatian terhadap sepak bola tidak boleh hanya terpusat pada pemain. Pelatih juga membutuhkan wadah yang dapat mendampingi mereka ketika hak dan kewajibannya bermasalah.

Program ketiga adalah pengembangan sepak bola putri. Didi menilai Sumsel masih kekurangan kompetisi, wadah pembinaan, serta pendataan pemain dan pelatih sepak bola wanita.

Padahal, kompetisi sepak bola putri mulai mendapat ruang lebih besar di tingkat nasional. Kondisi tersebut, menurut dia, harus menjadi momentum bagi Sumsel untuk membangun ekosistem sepak bola putri yang lebih terstruktur.

Program keempat menyasar peningkatan kualitas wasit dan integritas pertandingan. Didi ingin memastikan kompetisi berjalan profesional dan terhindar dari praktik yang merusak sportivitas.

Sementara itu, program kelima bertajuk Sumsel Football Development. Program ini diarahkan untuk membina pemain muda agar memiliki jalur karier yang jelas menuju sepak bola profesional.

Didi menyoroti pemain berusia 15 hingga 17 tahun yang kerap kehilangan arah setelah melewati fase pembinaan usia muda.

“Pemain-pemain muda Sumsel sebenarnya punya kemampuan. Namun, ketika berusia 17 tahun, banyak yang kehilangan arah karena tidak ada yang membimbing mereka menuju jenjang profesional,” ujarnya.

Ia ingin pembinaan dilakukan secara berkelanjutan agar pemain muda tidak berhenti berkembang atau hanya bermain di kompetisi tidak resmi.

Program keenam adalah modernisasi organisasi PSSI Sumsel. Didi ingin menjadikan Asprov PSSI Sumsel sebagai rumah bersama bagi klub, Askab, Askot, dan seluruh elemen sepak bola.

Menurut dia, organisasi sepak bola tingkat provinsi harus terbuka terhadap aspirasi anggotanya. PSSI tidak boleh hanya menjadi wadah bagi kelompok tertentu.

Program ketujuh berfokus pada pemerataan aktivitas sepak bola di 17 kabupaten/kota.

Didi mendorong kerja sama dengan dinas pendidikan dan dinas pemuda dan olahraga untuk menggelar liga pelajar secara berjenjang, mulai tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Sementara kompetisi tingkat SMA akan dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi sesuai kewenangannya.

Ia berharap kompetisi tersebut menjadi fondasi pembinaan pemain sejak usia dini sekaligus menghidupkan aktivitas sepak bola di daerah yang selama ini kurang berkembang.

Program kedelapan adalah penguatan kemitraan dan pendanaan. Didi menilai sepak bola tidak bisa hanya bergantung pada anggaran organisasi maupun pemerintah.

Ia ingin membuka ruang kerja sama dengan perusahaan, pengusaha, dan merek lokal Sumsel melalui skema sponsorship yang profesional dan transparan.

Menurut dia, sponsor membutuhkan kepastian manfaat dari dukungan yang diberikan. Karena itu, pengelolaan kompetisi, promosi, dan pelaporan kegiatan harus diperbaiki agar kerja sama dengan pihak swasta dapat berkelanjutan.

“Perusahaan atau brand lokal sebenarnya ingin ikut ambil bagian. Namun, mereka harus tahu jalurnya dan mendapatkan manfaat yang jelas ketika menjadi sponsor,” katanya.

Selain pembenahan kompetisi, Didi juga menargetkan peningkatan prestasi sepak bola Sumsel di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ia menilai Sumsel memiliki modal besar, mulai dari fasilitas olahraga di Jakabaring Sport City hingga potensi pemain lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Pengalamannya mengelola EPA Sumsel United U-19 menjadi salah satu dasar optimisme tersebut. Ia menilai keberhasilan tim dengan dominasi pemain lokal menjuarai kompetisi nasional menunjukkan bahwa kualitas pemain Sumsel tidak kalah dari daerah lain.

“Soalnya kan tim-tim lain juga rata-rata pakai pemain lokal semua. Dari situ, saya optimis, Sumsel bisa berbicara banyak di ajang nasional seperti PON,” tandasnya.

Didukung Ferry Rotinsulu

Misi besar yang diusung Didi Yanto mendapat dukungan dari berbagai pecinta sepakbola. Salah satunya dari mantan kiper legendaris Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu. Sepemahaman dengan Didi, Ferry turut menaruh perhatian pada pentingnya pembinaan pemain daerah dan penyelenggaraan kompetisi yang lebih baik.

Menurut Ferry, pembinaan dan kompetisi merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan. Pemain membutuhkan kompetisi yang teratur untuk mengasah kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding. Sementara itu, kompetisi berkualitas membutuhkan klub dan pemain yang dipersiapkan melalui pembinaan berkelanjutan.

“Sepak bola Sumsel membutuhkan pembinaan yang berjalan terus-menerus dan kompetisi yang jelas. Pemain tidak cukup hanya berlatih, tetapi harus punya kesempatan bertanding. Dari kompetisi itulah kemampuan, mental, dan pengalaman mereka bisa berkembang,” ujar Ferry.

Ia menilai, pemerataan kesempatan menjadi hal penting agar talenta sepak bola tidak hanya tumbuh di kota besar, tetapi juga di kabupaten dan daerah yang selama ini memiliki potensi pemain.

“Saya mendukung upaya yang berorientasi pada kemajuan sepak bola Sumsel, terutama pembinaan pemain muda dan perbaikan kompetisi. Kita harus memberikan ruang kepada pemain daerah untuk berkembang. Kalau pembinaan dan kompetisinya berjalan baik, peluang melahirkan pemain berkualitas juga semakin terbuka,” bebernya.

Tags: Didi YantoPSSI Sumsel

Feed Instagram

View this profile on Instagram

Popular Science (@popsci) • Instagram photos and videos

Related Posts

Komite Wasit PSSI Dukung Lima Wasit Muda Indonesia Ikut AFC Referee Academy

Komite Wasit PSSI Dukung Lima Wasit Muda Indonesia Ikut AFC Referee Academy

27 Oktober 2026 | 06:09 WIB
Sumsel United Targetkan Tren Positif Lawan Adhyaksa Bekasi City

Sumsel United Targetkan Tren Positif Lawan Adhyaksa Bekasi City

23 Oktober 2026 | 23:42 WIB
Doa Anak Panti Asuhan Jadi Senjata Rahasia Sumsel United

Doa Anak Panti Asuhan Jadi Senjata Rahasia Sumsel United

23 Oktober 2026 | 23:37 WIB
Didi Yanto Serahkan Berkas, Jadi Pendaftar Pertama Calon Ketua PSSI Sumsel

Didi Yanto Serahkan Berkas, Jadi Pendaftar Pertama Calon Ketua PSSI Sumsel

22 Oktober 2026 | 20:02 WIB
Penampilan Konsisten Tomi Darmawan Bersama Sumsel United

Penampilan Konsisten Tomi Darmawan Bersama Sumsel United

22 Oktober 2026 | 17:04 WIB
Indonesia Women’s League 2026 Resmi Dibuka

Indonesia Women’s League 2026 Resmi Dibuka

19 Oktober 2026 | 18:17 WIB
@palembang

Trending

Marzuki Alie Kritik Pemkot Palembang soal PBB Aset Pendidikan

Ekspansi Strategis, Changhong Resmikan Brand Shop Eksklusif Perdana di Istana Elektronik Palembang

Kualitasnya Mantap, Jalan Desa Tanjung Agung Jadi Contoh Pembangunan di Muba

Serba Serbi Bahasa Gaul Anak Gen Z

Ragam Merk HP Terbaik dan Awet

Menguak Diversifikasi Lini Bisnis PT Djarum

I Have a Secret: Kisah Rahasia dan Kekuatan Tersembunyi di Sekolah

Info Terbaru

Visi Misi Didi Yanto Usai Calonkan Diri di Bursa Ketua PSSI Sumsel

Visi Misi Didi Yanto Usai Calonkan Diri di Bursa Ketua PSSI Sumsel

28 Oktober 2026 | 20:27 WIB
UU Pengaturan Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Masyarakat dalam Konflik Pertanahan

UU Pengaturan Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Masyarakat dalam Konflik Pertanahan

28 Oktober 2026 | 11:33 WIB
Kementerian ATR/BPN Sertipikasi Lebih dari 50 Ribu Tanah Wakaf dalam Dua Tahun Prabowo Gibran

Kementerian ATR/BPN Sertipikasi Lebih dari 50 Ribu Tanah Wakaf dalam Dua Tahun Prabowo Gibran

28 Oktober 2026 | 09:41 WIB
Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran Tanah 4,8 Juta Hektare Melalui ILASPP

Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran Tanah 4,8 Juta Hektare Melalui ILASPP

28 Oktober 2026 | 09:36 WIB
Pemkot Palembang Perkuat Koordinasi dengab BMKG Guna Waspadai Cuaca Ekstrem

Pemkot Palembang Perkuat Koordinasi dengab BMKG Guna Waspadai Cuaca Ekstrem

28 Oktober 2026 | 08:33 WIB
Marzuki Alie Kritik Pemkot Palembang soal PBB Aset Pendidikan

Marzuki Alie Kritik Pemkot Palembang soal PBB Aset Pendidikan

27 Oktober 2026 | 11:46 WIB

Kulineran Bareng Plg!

@majolemak.plg

  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Karir
  • About Us
  • Kontak

Plg.co.id - Medianya Milenial & Gen Z

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Sport
  • Sriwijaya FC
  • Tekno & Sains
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Media Sosial
  • Film
  • Foto
  • Advertorial
  • Liputan Khusus

Plg.co.id - Medianya Milenial & Gen Z

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist