PALEMBANG – Sosok Auggie Pullman dalam film Wonder (2017) telah menyentuh jutaan penonton. Cerita perjuangan Auggie untuk beradaptasi di sekolah barunya berhasil menarik simpati banyak orang.
Namun, pada kenyataan Jacob Tremblay yang memerankan karakter tersebut mengidap kondisi medis yang dikenal sebagai Treacher Collins Syndrome.
Auggie mengidap Treacher Collins Syndrome (TCS), sebuah kelainan genetik yang memengaruhi perkembangan tulang wajah.
Meskipun kondisi ini memicu tantangan sosial dan emosional seperti perundungan dan tatapan aneh, kita perlu mengingat bahwa TCS tidak memengaruhi kemampuan kognitif penderitanya.
Artikel ini membahas secara mendalam sindrom tersebut, gejala yang ditimbulkannya, dan mengapa film Wonder berhasil menjadi acuan yang sangat relevan untuk meningkatkan kesadaran publik.
Apa Itu Treacher Collins Syndrome?
Treacher Collins Syndrome (TCS) adalah sebuah kelainan genetik langka yang memengaruhi perkembangan tulang dan jaringan lain di wajah. Kondisi ini sering kali menyebabkan fitur wajah yang tidak biasa, seperti tulang pipi yang kurang berkembang, rahang dan dagu yang kecil, serta bentuk telinga yang tidak normal. Sindrom ini dapat bervariasi tingkat keparahannya, mulai dari yang ringan hingga sangat parah.
Penyebab dan Gejala
Mutasi pada salah satu dari tiga gen, yaitu TCOF1, POLR1D, atau POLR1C, menyebabkan TCS. Mutasi ini mengganggu produksi protein penting yang dibutuhkan untuk perkembangan wajah. Orang tua yang memiliki gen tersebut bisa menurunkannya, atau kondisi ini bisa terjadi secara spontan pada individu tanpa riwayat keluarga.
Gejala fisik utama dari TCS meliputi:
- Wajah: Tulang pipi yang rata dan mata yang miring ke bawah.
- Rahang: Rahang dan dagu yang kecil (mikrognatia).
- Telinga: Telinga yang tidak terbentuk sempurna (mikrotia) atau bahkan tidak ada, yang sering kali menyebabkan gangguan pendengaran.
- Pernapasan dan Makan: Pada kasus yang parah, struktur wajah yang abnormal dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan makan.
Penting untuk dicatat bahwa kondisi ini tidak memengaruhi kecerdasan atau kemampuan kognitif seseorang.
Penggambaran dalam Film Wonder
Film Wonder adalah salah satu media paling efektif dalam menggambarkan realitas Treacher Collins Syndrome. Selain itu, Penonton diajak untuk memahami tantangan yang dihadapi oleh penyandang TCS lewat karakter Auggie Pullman.
- Tantangan Fisik dan Medis: Film ini secara jujur menunjukkan bahwa Auggie harus menjalani banyak operasi rekonstruksi wajah. Kondisi ini juga memengaruhi pendengarannya, sehingga ia harus menggunakan alat bantu dengar.
- Perjuangan Sosial dan Emosional: Secara apik Film Wonder menggambarkan perjuangan emosional yang dialami Auggie. Ia merasa terisolasi dan harus menghadapi tatapan penasaran, ejekan, dan perundungan.
- Fokus pada Karakter, Bukan Penampilan: Alih-alih hanya berfokus pada penampilan fisik Auggie, film ini menekankan pada siapa dia sebagai pribadi—seorang anak yang cerdas, lucu, dan penuh keberanian. Pesan utamanya adalah bahwa karakter sejati seseorang jauh lebih penting daripada penampilan luarnya.
Relevansi dengan Realitas
Salah satu pesan paling kuat dari film Wonder adalah slogan “Choose Kind” atau “Pilihlah Kebaikan.” Hal ini sangat relevan dengan penyandang TCS. Selain itu, Film Wonder turut serta berperan besar dalam meningkatkan kesadaran publik terkait kondisi genetik dan mendorong empati.
Dengan menunjukkan kisah Auggie, film ini mengajarkan kita untuk melihat melampaui perbedaan fisik dan menemukan kebaikan di dalam diri setiap orang.
Pada akhirnya, Wonder menjadi sebuah bukti bahwa meskipun menghadapi kesulitan besar, kebaikan hati dan dukungan keluarga dapat membantu seseorang untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga bersinar.
Sebagai kesimpulan, Treacher Collins Syndrome adalah kondisi genetik langka yang berdampak signifikan pada penderitanya. Namun, melalui film yang sangat berpengaruh seperti Wonder, pemahaman dan empati publik terhadap penyandang kondisi ini dapat terus berkembang.
Film ini tidak hanya sekadar hiburan, melainkan sebuah sarana edukasi yang kuat, yang mengingatkan kita semua akan pentingnya penerimaan, persahabatan, dan kebaikan hati yang sejati.

















