• Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Karir
  • About Us
  • Kontak
Jumat, Februari 13, 2026
Plg.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
No Result
View All Result
Plg.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
hut kopri ke-54 banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Lifestyle & Health

Toxic dan Toksik: Satu Makna Beda Huruf

Lian Aka Reporter Lian Aka
9 September 2025 | 10:51 WIB
in Lifestyle & Health
toxic dan toksik
WhatsappTelegramFacebook

PALEMBANG – Toxic dan toksik adalah dua kata yang memiliki makna dan penggunaan serupa, merujuk pada sesuatu yang beracun atau bersifat merusak. Kedua kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan zat fisik dan juga fenomena psikologis yang memberikan dampak negatif, baik pada kesehatan fisik maupun mental.

Toxic adalah bentuk serapan langsung dari bahasa Inggris yang sangat umum dipakai dalam percakapan sehari-hari, sementara toksik adalah bentuk padanan kata yang telah diserap dan dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

BeritaTerkait

Manfaat Kacang Kedelai

Manfaat Kacang Kedelai yang Luar Biasa untuk Kesehatan Tubuh

26 Januari 2026 | 09:57 WIB
Erupsi, abu vulkanik

Bahaya Abu Vulkanik, Ancaman Senyap dari Erupsi

23 November 2025 | 09:42 WIB

Mengenal Lebih dalam Toxic dan Toksik

Perbedaan dan Penggunaan

  • Toxic: Kata ini merupakan bentuk serapan langsung dari bahasa Inggris yang kini sangat populer. Penggunaannya umumnya lebih sering ditemukan dalam percakapan informal, media sosial, atau di kalangan anak muda. Istilah toxic lebih sering dipakai untuk konteks perilaku dan hubungan, seperti “orang toxic,” “hubungan toxic,” atau “lingkungan toxic” untuk menggambarkan situasi yang merusak mental dan emosional. Kata ini terasa lebih kasual dan modern.
  • Toksik: Kata ini adalah padanan kata yang resmi dalam Bahasa Indonesia dan telah diakui oleh KBBI. Penggunaan toksik cenderung lebih formal dan sering ditemukan dalam tulisan akademis, laporan ilmiah, atau jurnal kesehatan. Dalam konteks medis atau kimia, kata ini merujuk pada zat yang beracun, seperti “limbah toksik” atau “efek toksik dari paparan zat kimia.” Meskipun demikian, toksik juga dapat digunakan dalam konteks psikologis yang sama seperti toxic, seperti “sifat toksik” atau “situasi toksik,” yang menunjukkan pemahaman yang sama namun dengan pilihan kata yang lebih baku.

Makna dalam Psikologi

Dalam konteks psikologi, baik toxic maupun toksik merujuk pada konsep yang melampaui makna harfiahnya sebagai racun fisik. Keduanya menggambarkan dinamika atau sifat yang secara konsisten merugikan kesejahteraan mental dan emosional seseorang.

  • Menimbulkan Dampak Negatif: Sifat atau situasi toxic secara langsung merusak kesehatan fisik dan mental. Paparan terus-menerus terhadap perilaku toxic dapat menyebabkan peningkatan stres, kecemasan, bahkan depresi. Seseorang bisa mengalami kelelahan mental yang parah, yang pada akhirnya memengaruhi kondisi fisik, seperti gangguan tidur atau sakit kepala. Ini adalah racun yang bekerja secara psikologis, menggerogoti energi dan semangat hidup seseorang dari waktu ke waktu.
  • Menyebabkan Ketidakbahagiaan: Hubungan atau lingkungan yang toxic tidak hanya merusak, tetapi juga menghilangkan kebahagiaan. Seseorang mungkin akan merasa terus-menerus cemas, diremehkan, atau tidak dihargai. Suasana ini menciptakan perasaan hampa dan mengurangi semangat hidup. Seringkali, individu yang berada di dalam situasi toxic merasa terjebak dan sulit menemukan kegembiraan.
  • Merusak Hubungan: Dalam sebuah “hubungan toxic,” dinamika kekuasaan tidak seimbang. Salah satu pihak mungkin merasa tidak didukung, direndahkan, atau bahkan diserang secara verbal. Hubungan ini sering kali didasari oleh manipulasi, kritik, dan kontrol, bukan oleh rasa saling menghormati dan percaya. Akibatnya, hubungan menjadi sumber penderitaan, bukan kebahagiaan.

Contoh Penggunaan

  • Kontekstual Kesehatan Fisik: “Bahan kimia ini bersifat toksik bagi lingkungan, dan paparan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius pada manusia.”
  • Kontekstual Perilaku: “Dia memiliki perilaku toxic yang sering merendahkan orang lain, membuat hubungan pertemanan mereka tidak bertahan lama.”
  • Kontekstual Lingkungan: “Lingkungan kerja di perusahaan itu sangat toxic karena penuh dengan gosip dan persaingan tidak sehat.”
Tags: Perbedaan Toxic dan Toksiktoksiktoxic

Feed Instagram

View this profile on Instagram

Popular Science (@popsci) • Instagram photos and videos

Related Posts

Manfaat Kacang Kedelai

Manfaat Kacang Kedelai yang Luar Biasa untuk Kesehatan Tubuh

26 Januari 2026 | 09:57 WIB
Erupsi, abu vulkanik

Bahaya Abu Vulkanik, Ancaman Senyap dari Erupsi

23 November 2025 | 09:42 WIB
cara menghilangkan stres

Cara Menghilangkan Stres: Panduan Praktis untuk Mencapai Ketenangan Mental

12 November 2025 | 20:06 WIB
Manfaat Susu Almond

Manfaat Susu Almond, Rendah Kalori untuk Gaya Hidup Modern

10 November 2025 | 21:26 WIB
Air Rebusan Jahe, Manfaat Air Rebusan Jahe

Air Rebusan Jahe: Rahasia Kesehatan Tradisional

9 November 2025 | 21:27 WIB
Sarung Tradisional

Sarung: Warisan Budaya Nusantara, Dari Tradisi hingga Fesyen Kontemporer

7 November 2025 | 10:20 WIB
@palembang

Trending

Review Mouse (2021), Drakor Psikopat Penuh Misteri

Escape: Ketika Penculikan Berubah Menjadi Pelarian

Mantan Anggota DPRD Eddy Rianto Laporkan Oknum Penyidik Polres Prabumulih ke Propam Mabes Polri

Sabeum Ryzki Oer Siap Bawa GTA Palembang Mengaum di Nusa Cup IV

Weapons: Misteri di Balik Hilangnya Anak-Anak

CEO Digi Sport Asia Anggoro Prajesta Mundur dari Sriwijaya FC

A Strange House: Menguak Misteri Rumah Aneh Bersama YouTuber Okultisme

Info Terbaru

Dilepas Wamen ATR/BPN, 30 Taruna/i STPN Ikuti KKN Pertanahan untuk Restorasi Arsip Pasca Bencana di Aceh dan Sumut

Dilepas Wamen ATR/BPN, 30 Taruna/i STPN Ikuti KKN Pertanahan untuk Restorasi Arsip Pasca Bencana di Aceh dan Sumut

12 Februari 2026 | 23:26 WIB
Nusron Wahid Paparkan Roadmap Penetapan LSD di 2026

Nusron Wahid Paparkan Roadmap Penetapan LSD di 2026

12 Februari 2026 | 22:53 WIB
Jaga Dokumen Negara, Kementerian ATR/BPN Gandeng Taruna/i STPN Percepatan Restorasi Arsip Pertanahan Pasca Bencana

Jaga Dokumen Negara, Kementerian ATR/BPN Gandeng Taruna/i STPN Percepatan Restorasi Arsip Pertanahan Pasca Bencana

12 Februari 2026 | 19:30 WIB
ANRI Apresiasi ATR/BPN Libatkan Taruna/i STPN Percepat Restorasi Arsip Pertanahan Pasca Bencana

ANRI Apresiasi ATR/BPN Libatkan Taruna/i STPN Percepat Restorasi Arsip Pertanahan Pasca Bencana

12 Februari 2026 | 19:10 WIB
Nusron Wahid Akan Kembalikan Hak Warga Usai Kasus Pembatalan Sertipikat Tanah Transmigrasi di Kalsel

Nusron Wahid Akan Kembalikan Hak Warga Usai Kasus Pembatalan Sertipikat Tanah Transmigrasi di Kalsel

12 Februari 2026 | 19:02 WIB
Mission Cross

Mission Cross: Aksi Komedi Pasangan Suami Istri di Netflix

11 Februari 2026 | 20:22 WIB

Kulineran Bareng Plg!

@majolemak.plg

Official Partner

sumsel agensi media, sumsel, plg
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Karir
  • About Us
  • Kontak

Plg.co.id - Medianya Milenial & Gen Z

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Sport
  • Sriwijaya FC
  • Tekno & Sains
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Media Sosial
  • Film
  • Foto
  • Advertorial
  • Liputan Khusus

Plg.co.id - Medianya Milenial & Gen Z

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist