• Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Karir
  • About Us
  • Kontak
Minggu, November 8, 2026
Plg.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
No Result
View All Result
Plg.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
selamat hari raya idul fitri selamat idul adha banner pemkab muba, bijak dan cermat
ADVERTISEMENT
Home Nasional

Nusron Wahid Apresiasi Kinerja Jajaran Usai Target LP2B Tercapai Sebelum 2029

Hingga 2026, LP2B secara nasional telah melampaui target 87% yang semula disasar bisa tercapai pada akhir 2029.

admin By admin
9 September 2026 | 10:26 WIB
in Nasional
Nusron Wahid Apresiasi Kinerja Jajaran Usai Target LP2B Tercapai Sebelum 2029

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

WhatsappTelegramFacebook

SLEMAN – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengapresiasi kerja keras jajaran Kementerian ATR/BPN dalam mempercepat pencapaian target Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Hingga 2026, LP2B secara nasional telah melampaui target 87% yang semula disasar bisa tercapai pada akhir 2029.

“Untuk LP2B, alhamdulillah saya benar bersyukur. Saya terima kasih banget sama tim dari BPN se-Indonesia. Belum selesai 2026, kita sekarang sudah berhasil mengunci LP2B secara nasional di tahun 2026. Belum sampai tahun 2029, jauh lebih cepat dari yang ditargetkan,” ujar Menteri Nusron dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Transformasi Layanan Pertanahan di Pendopo Sasana Widya Bhumi, Politeknik Agraria STPN, Sleman, D.I. Yogyakarta, Jumat (04/09/2026) lalu.

Berdasarkan data terbaru, penetapan LP2B secara nasional sudah mencapai 87,52%. Angka tersebut melampaui target awal 87% yang ditetapkan untuk akhir 2029 melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 dan Perpres Nomor 4 Tahun 2026.

Menurut Menteri Nusron, capaian tersebut menjadi langkah penting dalam menopang ketahanan pangan nasional.

BeritaTerkait

Ossy Dermawan Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Ossy Dermawan Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

6 November 2026 | 19:47 WIB
Kementerian ATR/BPN Gelar Ekspose Manajemen Talenta Bersama BKN

Kementerian ATR/BPN Gelar Ekspose Manajemen Talenta Bersama BKN

6 November 2026 | 16:59 WIB

Sejumlah provinsi yang sebelumnya menghadapi tantangan untuk mencapai target juga telah berhasil memenuhi atau melampaui angka yang ditetapkan.

Jawa Barat, misalnya, telah mencapai 87,02%, sementara Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan mencapai 88%.

Menteri Nusron menegaskan, tercapainya target LP2B dan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) tidak berarti seluruh persoalan selesai.

Pekerjaan berikutnya adalah menyusun kebijakan terkait pemanfaatan lahan sawah yang berada di luar kawasan LP2B agar alih fungsi lahan tetap terkendali.

Pengaturan tersebut juga akan menentukan jenis pemanfaatan yang dapat dilakukan terhadap 13% lahan sawah di luar LP2B.

Pemanfaatannya tetap harus dibatasi agar keberadaan lahan pertanian sebagai penopang ketahanan pangan nasional dapat dipertahankan.

“Alih fungsi pada 13% lahan tersebut tidak berarti boleh dilakukan secara bebas. Boleh, tetapi terbatas,” tegas Menteri Nusron.

Di depan para Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN se-Indonesia dan 148 Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) yang mengikuti Rakor, Menteri Nusron menekankan agar kebijakan perlindungan lahan sawah tersebut dipertahankan.

Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencetak sekitar tiga juta hektare sawah baru di luar Pulau Jawa, termasuk di Papua dan Kalimantan Timur.

“Kebijakan ini harus kita pertahankan setidaknya sampai tahun 2029, sampai urusan pencetakan sawah di Papua dan di Kaltim dan di kawasan lain di luar Jawa selesai. Di mana Pak Presiden mentargetkan ada tambahan sekitar 3 juta hektare sawah baru,” ujarnya.

Menurutnya, perlindungan lahan pertanian tidak dapat dilepaskan dari kepentingan kedaulatan negara. Selama pencetakan sawah baru di luar Jawa belum selesai, pemerintah perlu berhati-hati dalam memberikan ruang bagi alih fungsi lahan pertanian di Pulau Jawa.

“Karena soal pangan ini adalah necessary condition. Tidak boleh ditawar. Salah satu bentuk negara kuat, kedaulatan negara kuat adalah masalah pangan. Ini tidak boleh ditawar,” pungkas Menteri Nusron.

Dalam Rakor ini, Menteri Nusron hadir dengan didampingi Sekretaris Jenderal ATR/BPN Dalu Agung Darmawan; Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Dirjen PHPT), Asnaedi; Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah, Andi Tenri Abeng; serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN.

Tags: Kementerian ATR/BPNLahan Pertanian Pangan BerkelanjutanLP2BNusron Wahid

Feed Instagram

View this profile on Instagram

Popular Science (@popsci) • Instagram photos and videos

Related Posts

Ossy Dermawan Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Ossy Dermawan Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

6 November 2026 | 19:47 WIB
Kementerian ATR/BPN Gelar Ekspose Manajemen Talenta Bersama BKN

Kementerian ATR/BPN Gelar Ekspose Manajemen Talenta Bersama BKN

6 November 2026 | 16:59 WIB
Masyarakat Penerima Manfaat Reforma Agraria Naik 26 Persen, Tanah Produktif untuk Kesejahteraan Masyarakat

Masyarakat Penerima Manfaat Reforma Agraria Naik 26 Persen, Tanah Produktif untuk Kesejahteraan Masyarakat

6 November 2026 | 16:16 WIB
Kementerian ATR/BPN Tindaklanjuti 94,67 Persen Pengaduan dalam Lapor Mas Wapres

Kementerian ATR/BPN Tindaklanjuti 94,67 Persen Pengaduan dalam Lapor Mas Wapres

6 November 2026 | 16:00 WIB
Kementerian ATR/BPN Catat Redistribusi Tanah 4,39 Juta Hektare dalam Pelaksanaan Reforma Agraria

Kementerian ATR/BPN Catat Redistribusi Tanah 4,39 Juta Hektare dalam Pelaksanaan Reforma Agraria

6 November 2026 | 15:53 WIB
Live TikTok MasNya ATR/BPN Jangkau 370.000 Penonton Dalam Sebulan

Live TikTok MasNya ATR/BPN Jangkau 370.000 Penonton Dalam Sebulan

6 November 2026 | 08:16 WIB
@palembang

Trending

Kualitasnya Mantap, Jalan Desa Tanjung Agung Jadi Contoh Pembangunan di Muba

Mengungkap Misteri Tipe MBTI Paling Langka

Yuk Ikut Seleksi Terbuka Sumsel United U-19 dan Garuda United Academy, Terbuka Jalur Umum dan Undangan

Marzuki Alie Kritik Pemkot Palembang soal PBB Aset Pendidikan

Kurang dari 1×24 Jam, Polsek Sukarami Ringkus Komplotan Curanmor yang Beraksi di 20 TKP

Pelaksaan Ujian Dinas Periode II dan Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat Tahun 2026 di BKN Palembang

The Watchers: Terjebak dalam Aquarium di Tengah Hutan Irlandia

Info Terbaru

Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali Jelang FIFA Matchday November

Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali Jelang FIFA Matchday November

7 November 2026 | 15:00 WIB
Hari Kedua Rakerda 2026, BPN Sumsel Perkuat Komitmen Kinerja dan Pembangunan Zona Integritas

Hari Kedua Rakerda 2026, BPN Sumsel Perkuat Komitmen Kinerja dan Pembangunan Zona Integritas

7 November 2026 | 13:58 WIB
Ossy Dermawan Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Ossy Dermawan Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

6 November 2026 | 19:47 WIB
Kementerian ATR/BPN Gelar Ekspose Manajemen Talenta Bersama BKN

Kementerian ATR/BPN Gelar Ekspose Manajemen Talenta Bersama BKN

6 November 2026 | 16:59 WIB
Masyarakat Penerima Manfaat Reforma Agraria Naik 26 Persen, Tanah Produktif untuk Kesejahteraan Masyarakat

Masyarakat Penerima Manfaat Reforma Agraria Naik 26 Persen, Tanah Produktif untuk Kesejahteraan Masyarakat

6 November 2026 | 16:16 WIB
Piala Asia 2027 Ditunda, Erick Tohir: Timnas Indonesia Diuntungkan

Piala Asia 2027 Ditunda, Erick Tohir: Timnas Indonesia Diuntungkan

6 November 2026 | 16:05 WIB

Kulineran Bareng Plg!

@majolemak.plg

  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Karir
  • About Us
  • Kontak

Plg.co.id - Medianya Milenial & Gen Z

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Sport
  • Sriwijaya FC
  • Tekno & Sains
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Media Sosial
  • Film
  • Foto
  • Advertorial
  • Liputan Khusus

Plg.co.id - Medianya Milenial & Gen Z

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist