PALEMBANG – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, karyawan XL Axiata melalui
Majelis Taklim XL Axiata (MTXL Axiata) berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Pewarta Foto
Indonesia (PFI) Medan, serta Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) untuk
memberikan dukungan kepada komunitas disabilitas netra.
Bantuan berupa santunan kebutuhan pokok di serahkan kepada anggota Persatuan Tuna Netra
Indonesia (Pertuni) Sumut di Sekretariat Pertuni, Jalan Sampul, Kota Medan, Selasa (25/3).
Acara penyerahan bantuan ini di hadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan XL Axiata,
Territory Sales XL Axiata area Medan, Nazar Ruddin, Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah Kantor
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Hendra Wangsa Dikrama, Ketua PFI Medan,
Riski Cahyadi, Penasehat PFI Medan, Dr. Muhammad Said Harahap, S.Sos, serta Ketua Pertuni
Sumut, Syaiful Bakti Daulay.
Ketua MTXL Axiata, Yanuar Tirta Kumaya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk
kepedulian terhadap komunitas disabilitas netra, khususnya di bulan suci Ramadan.
“Sebagai bagian dari masyarakat, kami ingin berbagi dengan komunitas disabilitas netra, terlebih lagi di bulan penuh berkah ini.
Bantuan yang kami berikan berupa bahan kebutuhan pokok, yang di harapkan dapat meringankan beban mereka.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk menginspirasi lebih banyak orang agar turut berbuat kebaikan. Semoga bermanfaat,” ujar Yanuar.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan Bank Indonesia, PFI Medan, dan Lazismu bertujuan memperluas dampak sosial kegiatan ini.
MTXL Axiata terus berkomitmen untuk menebar kebaikan dan menjalin silaturahmi dengan berbagai kelompok masyarakat.
Bantuan yang diberikan merupakan hasil pengumpulan dana zakat, infaq, dan sedekah yang secara rutin di kumpulkan dari karyawan XL Axiata setiap bulan.
Dana tersebut kemudian dikelola oleh MTXL Axiata untuk di salurkan kepada mereka yang berhak menerimanya.
Selain penyerahan bantuan, Bank Indonesia juga memberikan edukasi terkait program Cinta Bangga Paham Rupiah kepada komunitas disabilitas netra.
Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara,
Hendra Wangsa Dikrama, mengungkapkan bahwa Rupiah telah dirancang dengan fitur Blind Code agar lebih mudah dikenali oleh tunanetra.
“Kami mengapresiasi kolaborasi ini, terutama karena edukasi Rupiah sangat penting bagi komunitas disabilitas netra.
Melalui kegiatan ini, kami juga ingin mengingatkan pentingnya menjaga Rupiah dengan prinsip 5J:
Jangan Di lipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distapler, dan Jangan Dibasahi,” jelasnya.
Ketua Pertuni Sumut, Syaiful Bakti Daulay, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang di Z berikan.
Menurutnya, bantuan ini sangat berarti, terutama karena semakin banyak anggota komunitas yang
kesulitan mendapatkan penghasilan dari profesi pijat yang semakin kurang di minati masyarakat.
“Banyak teman-teman kami yang kini harus berjualan kerupuk, menyanyi di pom bensin, atau melakukan pekerjaan lain demi bertahan hidup.
Bantuan ini sangat membantu kami, terutama di bulan Ramadan.
Selain itu, edukasi tentang Rupiah juga sangat bermanfaat, mengingat masih banyak dari kami
yang kerap menerima uang palsu tanpa menyadarinya,” ungkapnya penuh haru.
Dengan adanya program seperti ini, di harapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk
membantu komunitas disabilitas netra dan kelompok masyarakat lainnya yang membutuhkan.
Ramadan menjadi momentum bagi semua untuk berbagi, mempererat silaturahmi, dan
menebarkan keberkahan bagi sesama.

















