PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang menggelar rapat koordinasi bersama Forum Lintas Instansi untuk membahas stabilitas pasokan dan harga pangan dalam upaya pengendalian inflasi.
Rapat berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jalan Tasik, Senin (14/9/2026).
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyampaikan bahwa inflasi Kota Palembang pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,91 persen dan turun menjadi 5,71 persen pada triwulan II 2026.
“Harga beras secara nasional memang cukup berpengaruh. Namun untuk Kota Palembang, komoditas beras berada di urutan kedua penyumbang inflasi,” ujar Ratu Dewa.
Dalam rapat tersebut, Pemkot Palembang mengundang Bank Indonesia (BI), Bulog, Satgas Ketahanan Pangan, dan Badan Pusat Statistik.
Ratu Dewa menyebut BI memberikan sejumlah catatan terkait realisasi pengendalian inflasi agar lebih optimal.
“Bank Indonesia mencatat agar operasi pasar lebih dioptimalkan lagi. Peran perusahaan daerah masing-masing juga perlu ditingkatkan,” katanya.
Sementara itu, pihak Bulog memastikan ketersediaan beras di Palembang dalam kondisi aman.
Namun Bulog menyoroti tingginya biaya produksi dan keterbatasan ketersediaan bahan baku yang menjadi penyebab harga masih tinggi.
“Dari Bulog menyampaikan ketersediaan beras tidak ada masalah. Hanya saja biaya produksi dan ketersediaan bahan baku yang membuatnya menjadi tinggi,” jelas Ratu Dewa.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengapresiasi kinerja Pemkot Palembang. Menurutnya, inflasi year on year Kota Palembang berada di angka 2,6 persen.
“Kota Palembang sudah melakukan yang terbaik dalam pengendalian inflasi dengan capaian yoy 2,6 persen,” kata Bambang.
Bambang juga mengingatkan adanya potensi risiko inflasi akibat fenomena El Nino. Ia menilai operasi pasar yang telah dilakukan sejauh ini sudah berjalan baik dan mendapat dukungan penuh dari Wali Kota.
“Perlu kita waspadai beberapa risiko inflasi seperti El Nino. Operasi pasar sudah sangat baik. Insyaallah Pak Wali mendukung. Selanjutnya untuk BUMD memastikan ketersediaan beberapa bahan pokok penting yang memang mempengaruhi inflasi di Kota Palembang,” pungkasnya.














