PALEMBANG – Kolaborasi strategis antara ZTE Corporation, AIS Thailand, dan MediaTek menandai langkah besar dalam pengembangan teknologi 5G-Advanced (5G-A).
Tiga raksasa teknologi ini secara resmi memamerkan teknologi UE Aggregation (Agregasi UE) dalam sesi demo
langsung di A-Z Innovation Center, Bangkok, menggunakan infrastruktur 5G komersial AIS dan peralatan jaringan inti dari ZTE.
Teknologi ini menjawab tantangan yang semakin muncul dari meningkatnya aplikasi data-intensif seperti
extended reality (XR), 4K live broadcasting, hingga metaverse yang imersif, yang sering kali membebani performa perangkat seluler (UE) tunggal, khususnya dalam konektivitas uplink.
Apa Itu UE Aggregation dan Mengapa Penting?
Agregasi UE adalah solusi inovatif yang memungkinkan satu perangkat utama (UE Jarak Jauh) untuk berkolaborasi dengan perangkat lain di sekitarnya (UE Relai).
Tujuannya adalah menggabungkan daya, pita frekuensi, dan kanal uplink untuk meningkatkan performa secara signifikan.
Pendekatan ini memberikan efisiensi konektivitas yang belum pernah di capai oleh perangkat tunggal sebelumnya.
Tiga dimensi utama dalam teknologi ini meliputi:
- Agregasi Daya
UE Relai melakukan forwarding sinyal secara efisien, meningkatkan konektivitas perangkat utama yang berada di lokasi dengan sinyal lemah.
- Agregasi Pita Lebar
Perangkat Relai meminjamkan sumber daya spektrum yang tidak di gunakan, memperluas kapasitas kanal uplink perangkat utama secara signifikan.
- Agregasi Kanal
Perangkat utama dan Relai membangun jalur komunikasi terpisah namun paralel, menciptakan transmisi multi-path yang lebih stabil, cepat, dan tangguh.
Hasil Uji Langsung: 3x Lebih Cepat dan Streaming 4K Lancar
Demo di lakukan menggunakan terminal prototipe dari MediaTek yang sudah dilengkapi teknologi Agregasi UE.
Simulasi di lakukan pada konfigurasi jaringan 5G-AIS nyata dengan dukungan infrastruktur dari ZTE. Uji coba ini menunjukkan hasil yang mengesankan:
Kecepatan uplink meningkat hingga 3 kali lipat dibandingkan dengan single-device.
Streaming video 4K berjalan mulus, tanpa jeda, lag, atau penurunan kualitas meski di lakukan di area edge jaringan.
Tanpa agregasi, jaringan tidak mampu mengalirkan tayangan 4K secara konsisten — terjadi gangguan berupa jeda visual dan penurunan kualitas.
Demo ini membuktikan bahwa Agregasi UE bukan hanya konsep, tapi solusi nyata untuk memperluas cakupan, kecepatan, dan stabilitas jaringan 5G-A.
Bagian dari Evolusi Standar Global
Teknologi ini telah menjadi bagian dari spesifikasi standar internasional 3GPP Release 18, dan terus
dikembangkan dalam versi berikutnya, yakni Release 19 dan Release 20.
Versi-versi mendatang akan membawa kemampuan lebih lanjut seperti:
- Multi-path routing yang cerdas
- Arsitektur multi-relay
- Koordinasi antara DU (Distributed Unit) dan CU (Centralized Unit)
- Optimasi jalur latensi rendah dengan kecerdasan buatan (AI)
Kemampuan tersebut membuka jalan untuk pengaplikasian luas di sektor industri pintar (Industrial IoT), mobilitas masa depan (V2X), dan pengalaman XR ultra-realistis.
“Kami bangga dapat bekerja sama dengan AIS dan MediaTek dalam membuka potensi penuh dari 5G-A.
Ini bukan sekadar peningkatan kecepatan, tapi sebuah lompatan dalam pengalaman pengguna dan efisiensi jaringan,” ujar perwakilan ZTE.
Langkah Nyata Menuju Masa Depan Konektivitas
Kolaborasi antara ZTE, AIS, dan MediaTek membuktikan bahwa inovasi di level perangkat dan jaringan harus berjalan beriringan.
Dengan teknologi seperti UE Aggregation, jaringan 5G-A bisa menjangkau lebih banyak pengguna, dengan
kualitas layanan yang jauh lebih baik — bahkan di area dengan keterbatasan sinyal.
ZTE menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan solusi jaringan generasi berikutnya dan
memperluas kerja sama global demi mempercepat transformasi digital di berbagai sektor industri dan konsumen.

















