PALEMBANG – Indonesia semakin serius melirik kekuatan yang tersembunyi jauh di bawah tanah: energi panas bumi.
Dalam langkah strategis terbaru, organisasi nirlaba internasional Project InnerSpace menggandeng lembaga
energi terkemuka tanah air, Institute for Essential Services Reform (IESR), untuk mempercepat pengembangan panas bumi berskala besar di Indonesia.
Sebagai negara dengan cadangan panas bumi terbesar kedua di dunia, Indonesia sudah menambah lebih dari 1 GW kapasitas energi panas bumi dalam dekade terakhir.
Tapi kabar baiknya, potensinya belum habis! Menurut data awal dari GeoMap™ Project InnerSpace, Indonesia
diperkirakan menyimpan potensi hingga 3.000 GW energi panas bumi — dan sekitar 20 GW-nya bisa di kembangkan dengan biaya kurang dari $150 per MWh.
Ini berarti separuh dari total kebutuhan energi nasional bisa di pasok dari panas bumi yang murah dan berkelanjutan!
Kolaborasi Strategis untuk Masa Depan Energi Indonesia
Dalam pertemuan penting yang di gelar di Jakarta hari ini, para pemimpin industri, pembuat kebijakan, hingga
akademisi dari berbagai institusi terlibat aktif menyumbang ide.
Pertemuan ini menjadi bagian dari proses penyusunan laporan mendalam bertajuk “Masa Depan Panas Bumi di
Indonesia”, yang akan dirilis dalam bahasa Inggris dan Indonesia pada musim gugur 2025.
Laporan ini akan menjadi panduan strategis yang memuat:
- Kajian potensi panas bumi nasional lintas sektor
- Rekomendasi kebijakan untuk menarik investasi
- Strategi percepatan eksplorasi dan pengembangan
Studi kasus dari institusi lokal seperti Universitas Gadjah Mada, Enerka, Universitas Brawijaya, dan Purnomo Yusgiantoro Center
Suara Para Pemimpin Energi
“Indonesia sudah lama menjadikan panas bumi sebagai bagian penting dalam strategi energi nasional.
Lewat kemitraan ini, kami ingin mempercepat pemanfaatannya agar manfaatnya bisa di rasakan lebih cepat,” ujar Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR.
“Dengan potensi panas bumi yang begitu besar, Indonesia layak menjadi pemimpin dunia di sektor ini.
Kami ingin mengubah potensi tersebut menjadi aksi nyata,” tambah Jamie Beard, Direktur Eksekutif Project InnerSpace.
Berbasis di AS, Project InnerSpace adalah organisasi nirlaba global yang fokus memperluas akses terhadap energi panas bumi.
Mereka menggabungkan pemikiran visioner, sains, dan teknologi untuk mewujudkan dunia dengan energi yang bersih, terjangkau, dan berkelanjutan.
Laporan mereka sebelumnya telah mencakup wilayah seperti Texas, Pennsylvania, hingga India. Kini, giliran Indonesia yang menjadi sorotan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.ProjectInnerSpace.org atau ikuti mereka di LinkedIn.

















