PALEMBANG – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah kepemimpinan Bupati Muba M Toha Tohet dan Wakil Bupati Abdur Rohman Husen terus berupaya maksimal untuk melakukan percepatan pembangunan di Muba.
Hal ini terungkap pada Rapat Koordinasi Pembahasan Prioritas Pembangunan Kabupaten Musi Banyuasin di Ruang Rapat Bina Praja Provinsi Sumatera Selatan, Senin (9/3/2026) yang pada kesempatan itu dihadiri Pj Sekda Muba Syafaruddin.
“Usulan kami ini fokus pada infrastruktur yang mendesak untuk kebutuhan masyarakat Muba,” ungkap Pj Sekda Muba Syafaruddin.
Ia merinci, adapun diantaranya usulan tersebut yakni untuk perbaikan dan pembangunan jalan 26 ruas, jembatan 6 unit, dan 1 normalisasi 1 paket.
“Prinsipnya usulan yang kami ajukan pada Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) APBD Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2026 sangat dibutuhkan di Muba,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Muba Mursalin menjelaskan, prioritas usulan BKBK TA 2026 terdapat tujuh ruas jalan yang menjadi fokus pembangunan.
Program tersebut bertujuan memperbaiki konektivitas antarwilayah serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai kecamatan di Kabupaten Muba.
Ruas pertama yang diusulkan yakni peningkatan Jalan Mangun Jaya – Macang Sakti sepanjang 7,14 kilometer dengan kebutuhan anggaran Rp40 miliar pada 2026. Selanjutnya peningkatan Jalan Sukarami – Berlian Makmur (C2) sepanjang 4,29 kilometer dengan nilai usulan Rp30 miliar.
Lanjutnya, Pemkab Muba juga mengusulkan lanjutan peningkatan Jalan Jirak – Mekar Jaya sepanjang 0,71 kilometer dengan kebutuhan dana Rp5 miliar pada tahun anggaran 2026.
Selain itu, peningkatan Jalan Sekayu – Muara Teladan – Simpang Supat hingga Simpang 108 sepanjang 5 kilometer diusulkan dengan anggaran Rp35 miliar. Ruas ini dinilai strategis karena menjadi jalur penghubung antarwilayah yang cukup vital bagi mobilitas masyarakat.
Usulan lainnya mencakup peningkatan Jalan Bandar Jaya – Keluang – Talang Siku sepanjang 4,29 kilometer dengan nilai Rp30 miliar. Kemudian peningkatan Jalan Sekayu – Talang Care sepanjang 4,29 kilometer dengan anggaran Rp30 miliar.
Sementara itu, ruas Jalan Simpang Jalan Negara – B2 (Mekar Jadi) menuju Kecamatan Lalan sepanjang 7,14 kilometer juga masuk dalam prioritas dengan kebutuhan anggaran Rp40 miliar.
“Kami berharap program peningkatan jalan tersebut dapat meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Musi Banyuasin.
Plt Kepala Bappeda Sumsel, Dody Eko Prasetyo menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan Tahun Anggaran 2026 tidak akan jauh berbeda dengan Tahun Anggaran 2025.
Menurutnya, dalam situasi fiskal yang terbatas, pemerintah daerah diminta mengedepankan skala prioritas agar program yang diusulkan benar-benar berdampak dan dapat direalisasikan secara optimal.
“Di tengah keterbatasan anggaran, arahan pak Gubernur tidak akan jauh berbeda dengan tahun anggaran 2025. Karena itu, kita akan menginventarisasi program yang benar-benar prioritas,” ujar Dody.













