• Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Karir
  • About Us
  • Kontak
Senin, Maret 30, 2026
Plg.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
No Result
View All Result
Plg.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
selamat hari raya idul fitri selamat menjalankan ibadah puasa banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Jumputan Rumah Daun: Dari Sumatera Selatan ke Amerika

Silvi Reporter Silvi
6 Februari 2025 | 15:45 WIB
in Ekonomi
Jumputan Rumah Daun: Dari Sumatera Selatan ke Amerika

Kisah Jumputan Karya Mitra Binaan Bukit Asam (PTBA): Melanglang Buana Sampai Amerika

WhatsappTelegramFacebook

PALEMBANG – Kain jumputan karya mitra binaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Rumah Daun, terus menorehkan jejak di kancah internasional.

Salah satu karyanya baru-baru ini melanglang buana hingga ke Amerika Serikat (AS), tepatnya ke Cornell University, New York. Yuniarta Nensy, pemilik usaha Rumah Daun, menerima kabar menggembirakan tersebut melalui pesan singkat dari seorang pejabat instansi pemerintahan yang baru menyelesaikan studi S2 di kampus ternama tersebut.

BeritaTerkait

SATSPAM+ dari IM3 Hadirkan Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia

SATSPAM+ dari IM3 Hadirkan Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia

14 Februari 2026 | 15:31 WIB
PT Bukit Asam Tbk

Transformasi PT Bukit Asam Tbk, Menuju Perusahaan Energi Berkelanjutan 2026

28 Januari 2026 | 19:01 WIB

Pejabat tersebut sebelumnya memesan kain jumputan khas Sumatera Selatan sebagai cinderamata untuk dosen pengujinya di Cornell University.

Melihat foto karyanya yang kini berada di AS, Yuni tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Lihat nih, kain jumputan saya sampai di Amerika.

Ada yang bawa ke Cornell University,” ujarnya dengan senyum sumringah.

Bukan kali pertama, kain jumputan Rumah Daun juga pernah sampai ke San Francisco.

Seorang turis AS yang membeli kain jumputan di Bali membawa pulang karyanya dan berfoto dengan syal jumputan di Jembatan Golden Gate.

“Dijual teman di Bali, dibeli turis-turis, dijadikan syal. Di bawa ke San Francisco, terus foto di jembatan. Jumputan saya melanglang buana,” kata Yuni.

Dari Temuan Tak Sengaja Menjadi Ciri Khas

Kain jumputan produksi Rumah Daun memiliki keunikan tersendiri.

Motif gradasi khasnya, menyerupai matahari bersinar, awalnya di temukan secara tidak sengaja.

“Harusnya saat masih agak basah dibuka, tapi waktu itu setelah kain kering baru dibuka.

Ini yang membuat motifnya berbeda dan kini jadi ciri khas,” jelas Yuni.

Yuni memulai usaha Rumah Daun pada 2022 setelah sebelumnya menekuni pembuatan kain eco print yang kurang diminati.

Melihat antusiasme masyarakat terhadap wastra lokal, ia pun beralih ke jumputan khas Sumatera Selatan.

Proses pembuatan jumputan pun tidak mudah, mulai dari pemilihan kain, menggambar motif, menjahit ikatan, pencelupan dengan pewarna alami, hingga penyempurnaan warna.

Dukungan dari PTBA sejak pertengahan 2022 menjadi titik balik perkembangan usahanya. PTBA memberikan pendanaan usaha mikro kecil (PUMK), pelatihan, hingga promosi dalam berbagai pameran.

“Awal usaha sampai sekarang, di bantu Bukit Asam supaya roda perekonomian kami berputar,” tutur Yuni.

Bertumbuh dan Berdaya Bersama

Seiring meningkatnya permintaan, Yuni yang awalnya hanya di bantu dua anaknya kini mempekerjakan 10 orang, serta bekerja sama dengan dua kelompok ibu rumah tangga untuk pembuatan motif.

Anaknya pun turut berkontribusi, dengan si sulung menggambar motif dan si bungsu membantu promosi dengan keahlian bahasa Inggrisnya.

Dari hanya meraup omzet Rp 700 ribu per bulan di awal usaha, kini Rumah Daun mencatat pendapatan Rp 15-20 juta per bulan. Produk yang awalnya hanya kain kini berkembang menjadi baju, rompi, tas, dan dompet.

“Saya terus berinovasi mencari motif dan pewarna alami baru. Ke depan, saya ingin membuat motif khas Sumatera Selatan seperti bunga pedada, Jembatan Ampera, dan Pulau Kemaro,” ungkap Yuni.

Tak hanya itu, ia juga berencana memberdayakan kaum difabel dalam produksi jumputan.

“Kami ingin memberikan kesempatan bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan,” katanya.

Dengan visi besar dan inovasi tiada henti, Yuni berharap Rumah Daun dapat semakin berkembang dan membawa nama kain jumputan Sumatera Selatan mendunia.

“Saya bangga bisa mengangkat wastra lokal. Semoga jumputan kami semakin di kenal luas,” pungkasnya.

Tags: Amerikabukit asamjumputanPTBA

Feed Instagram

View this profile on Instagram

Popular Science (@popsci) • Instagram photos and videos

Related Posts

SATSPAM+ dari IM3 Hadirkan Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia

SATSPAM+ dari IM3 Hadirkan Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia

14 Februari 2026 | 15:31 WIB
PT Bukit Asam Tbk

Transformasi PT Bukit Asam Tbk, Menuju Perusahaan Energi Berkelanjutan 2026

28 Januari 2026 | 19:01 WIB
Logindo Samudramakmur Tbk

Strategi Pemulihan Logindo Samudramakmur Tbk: Membidik Pertumbuhan Industri Lepas Pantai 2026

24 Januari 2026 | 10:18 WIB
Arkora Hydro Tbk

Potensi Besar PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) dalam Ekosistem Energi Baru Terbarukan

22 Januari 2026 | 18:19 WIB
Transisi Energi Hijau di Indonesia

Strategi Barito Renewables Energy dalam Memimpin Transisi Energi Hijau di Indonesia

15 Januari 2026 | 21:13 WIB
IM3 Umumkan Pemenang Pesta Hadiah IMPoin 2025

IM3 Umumkan Pemenang Pesta Hadiah IMPoin 2025

15 Januari 2026 | 16:54 WIB
@palembang

Trending

Kualitasnya Mantap, Jalan Desa Tanjung Agung Jadi Contoh Pembangunan di Muba

Ketika Goiânia Dihampiri Cesium-137, Semua Terpesona dan Ingin Memilikinya

A Strange House: Menguak Misteri Rumah Aneh Bersama YouTuber Okultisme

Lini Bisnis PT HM Sampoerna Lewat Ekspansi Sampoerna Strategic Group

Lukisan Berlumur Darah: Teror dari Masa Lalu dan Dendam yang Bangkit

Mengenal 16 Tipe Kepribadian MBTI

Menguak Diversifikasi Lini Bisnis PT Djarum

Info Terbaru

A Quiet Place 2018

Film A Quiet Place 2018: Bertahan Hidup dalam Keheningan Total

29 Maret 2026 | 20:16 WIB
Bupati Toha dan Wabup Rohman Hadirkan Kepemimpinan yang Membumi di Muba

Bupati Toha dan Wabup Rohman Hadirkan Kepemimpinan yang Membumi di Muba

29 Maret 2026 | 14:53 WIB
Film Freaky

Film Freaky (2020): Komedi Horor Pertukaran Tubuh yang Unik

28 Maret 2026 | 11:47 WIB
WFA Diterapkan di Muba, Layanan Publik Dijaga Tetap Berjalan

WFA Diterapkan di Muba, Layanan Publik Dijaga Tetap Berjalan

28 Maret 2026 | 10:16 WIB
Herman Deru Pimpin Tanam Padi Serentak di Banyuasin, Perkuat Sumsel sebagai Lumbung Pangan Nasional

Herman Deru Pimpin Tanam Padi Serentak di Banyuasin, Perkuat Sumsel sebagai Lumbung Pangan Nasional

28 Maret 2026 | 09:35 WIB
Sekda Edward Candra Pimpin Rapat Finalisasi Program Strategis Nasional di Sumsel

Sekda Edward Candra Pimpin Rapat Finalisasi Program Strategis Nasional di Sumsel

27 Maret 2026 | 18:24 WIB

Kulineran Bareng Plg!

@majolemak.plg

Official Partner

sumsel agensi media, sumsel, plg
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Karir
  • About Us
  • Kontak

Plg.co.id - Medianya Milenial & Gen Z

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Sport
  • Sriwijaya FC
  • Tekno & Sains
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Media Sosial
  • Film
  • Foto
  • Advertorial
  • Liputan Khusus

Plg.co.id - Medianya Milenial & Gen Z

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist