PALEMBANG – Huawei resmi menggelar Acara Penutupan dan Penyerahan Penghargaan Final Kompetisi TIK 2024–2025 di Shenzhen.
Kompetisi teknologi berskala global ini mencatat rekor baru dengan di ikuti lebih dari 210.000 mahasiswa dan
instruktur dari sekitar 2.000 perguruan tinggi di lebih dari 100 negara dan wilayah.
Dari seleksi tingkat nasional hingga regional, 179 tim dari 48 negara berhasil melaju ke babak final.
Mereka berkompetisi dalam tiga kategori utama:
Praktik, Inovasi, dan Pemrograman. Kompetisi ini juga menjadi ajang pembinaan SDM TIK unggul di tengah akselerasi transformasi digital dunia.
“Kami ingin peserta tak hanya berkompetisi, tapi juga belajar dan menciptakan inovasi yang menjawab tantangan nyata.
Kompetisi Praktik kami kembangkan sejalan dengan visi Smart World 2030,” ujar Ritchie Peng, Director ICT Strategy & Business Development Dept, Huawei.
Tim Pemenang dari Asia, Afrika, hingga Eropa
Dalam Kategori Inovasi, penghargaan utama diraih oleh:
- Bulacan State University (Filipina)
- Beijing University of Technology (Tiongkok)
- University of Kragujevac (Serbia)
- Moulay Ismail University (Maroko)
Untuk Kategori Praktik – Jaringan, juara utama berasal dari:
- Shenzhen Institute of Information Technology (Tiongkok)
- Instituto Federal do Tocantins (Brazil)
- Federal University of Technology Minna (Nigeria)
- Konsorsium tiga universitas di Tanzania
Di Kategori Praktik – Komputasi Awan, dimenangkan oleh:
- iACADEMY (Filipina)
- University of Batna 2 & ENSI Algiers (Aljazair)
- Tianjin University of Technology and Education (Tiongkok)
- Singapore University of Social Sciences
Sedangkan untuk Komputasi, pemenang berasal dari:
- Guilin University of Electronic Technology (Tiongkok)
- Federal University of Technology Minna (Nigeria)
- University of Bejaia & ENSI SBA (Aljazair)
- Cebu Institute of Technology – University (Filipina)
Juara tunggal untuk Kompetisi Pemrograman diraih oleh Shenzhen Polytechnic University (Tiongkok).
Apresiasi Inklusivitas dan Keberlanjutan
Kompetisi ini juga memberikan penghargaan khusus:
- Women in Tech Award kepada tim perempuan dari Brazil, Arab Saudi, Jerman, dan Kenya
- Green Development Award kepada tim dari Ghana
- Most Valuable Instructor Award untuk 18 dosen terbaik dari 10 negara, termasuk Indonesia
AI dan Big Data Perkuat Sistem Pendidikan
Bersamaan dengan kompetisi, Huawei juga menggelar AI Accelerating Education Transformation Summit, membahas peran AI dalam pendidikan pintar.
Di forum ini, Huawei meluncurkan fitur-fitur AI terbaru di platform Huawei ICT Academy Intelligent Platform,
untuk mempermudah mahasiswa dan dosen dalam proses belajar-mengajar digital.
Jawaban atas Krisis Talenta Teknologi Global
Dengan meningkatnya kebutuhan akan SDM di bidang AI, komputasi awan, big data, dan keamanan siber,
Huawei mendorong kolaborasi industri dan akademisi melalui kompetisi ini.
Selain sebagai ajang adu keahlian, ajang ini juga menjadi sarana strategis mencetak generasi baru talenta digital global.

















