• Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Karir
  • About Us
  • Kontak
Minggu, November 8, 2026
Plg.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
No Result
View All Result
Plg.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Bola & Sports
  • Ekonomi
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Tekno & Sains
  • Film
  • Foto
  • Media Sosial
  • Liputan Khusus
selamat hari raya idul fitri selamat idul adha banner pemkab muba, bijak dan cermat
ADVERTISEMENT
Home Film

Ketika Dosa Menjadi Beban Psikologis di Film In Bruges

Lian Aka By Lian Aka
23 September 2025 | 10:42 WIB
in Film
Film In Bruges
WhatsappTelegramFacebook

PALEMBANG – Film In Bruges adalah sebuah studi psikologis yang brilian. Dengan menyoroti konsekuensi dari sebuah dosa. Selain itu Film In Bruges tidak hanya tentang komedi. Ia juga bercerita tentang trauma dari masa lalu.

Film In Bruges digarap oleh Martin McDonagh. Ia berhasil membedah pikiran karakter. Adapun karakter itu adalah Ray, Ken, dan Harry.

BeritaTerkait

Under the Skin 2013

Under the Skin 2013, Teror Alien Seduktif dan Tragedi Penemuan Jiwa Manusia

22 Oktober 2026 | 23:31 WIB
Manusia Cyborg Pertama

Aksi Manusia Cyborg Pertama di Dunia Cyberpunk, Ghost in the Shell 2017

21 Oktober 2026 | 22:12 WIB

Mereka harus berhadapan dengan rasa bersalah. Selain itu, mereka juga harus berhadapan dengan konsep penebusan. Hal itu dilakukan di kota Bruges yang indah.

Psikologi Karakter: Rasa Bersalah, Dilema, dan Prinsip

Setiap karakter di In Bruges berjuang dengan beban psikologis. Mereka semua terperangkap dalam pilihan mereka sendiri.

Ray: Beban Rasa Bersalah yang Tak Termaafkan

Ray (diperankan oleh Colin Farrell) adalah pusat dari penderitaan. Ia membunuh seorang anak kecil secara tidak sengaja. Pembunuhan itu menghantuinya. Selain itu, Ray tidak dapat melarikan diri dari kesedihannya.

Walau pemandangan kota Bruges sangat indah, Hal itu justru membuat Ray semakin menderita. Keindahan itu mengingatkannya pada kejahatan yang telah dilakukan.

Rasa bersalah Ray terlihat jelas dari tatapan kosong. Disamping itu, Ray persimis akan manifestasi dari rasa bersalah adalah kematian. Semua itu bertujuan agar segera mengakhiri penderitaannya. Namun, pertemuannya dengan Chloe memberinya harapan. Sehingga Ray ingin mencari jalan keluar dari rasa sakitnya.

Ken: Dilema Moral yang Menyiksa

Ken (diperankan oleh Brendan Gleeson) adalah sosok mentor. Ia juga menjadi saksi penderitaan Ray. Selain itu, Ken juga terjebak dalam dilema. Ia terjebak antara kesetiaan. Kesetiaan pada Ray dan bosnya, Harry. Rasa simpatinya tumbuh untuk Ray.

Ken melihat bahwa Ray tidak jahat. ia hanya membuat kesalahan. Ken harus membuat pilihan. Ia harus memilih untuk mematuhi Harry. Atau ia harus menyelamatkan Ray. Pilihan ini adalah jalan penebusannya. Ia memilih untuk menyelamatkan Ray. Ia rela mengorbankan dirinya.

Harry: Prinsip yang Lebih Penting dari Segalanya

Harry (diperankan oleh Ralph Fiennes) adalah seorang sosiopat. Ia memiliki kode etik yang aneh. Ia percaya pada kehormatan. Baginya, membunuh anak kecil adalah dosa terbesar. Ia memerintahkan Ken untuk membunuh Ray. Bukan karena marah, melainkan karena sebuah prinsip. Dan Harry percaya kalau Ray pantas dihukum mati.

Di akhir film, Harry datang ke Bruges. Ia tidak sengaja menembak seorang kurcaci dan Harry mengira telah menembak seorang anak kecil. Lantas Harry melihat pantulannya. Ia melihat dosa yang paling di benci. Lalu Harry merasa tidak dapat hidup dengan itu. Kemudian Harry memutuskan untuk bunuh diri. Bukan tanpa alasan. Harry melakukan itu karena mematuhi prinsipnya. Harry adalah korban dari moralitasnya sendiri.

In Bruges bukan hanya film tentang kriminal. Film ini adalah studi mendalam tentang psikologi manusia. Sebuah eksplorasi dari rasa bersalah.

Film In Bruges juga mengeksplorasi penebusan atas kesalahan masa lalu. Selain itu, Film In Bruges menunjukkan bahwa tidak ada kejahatan yang tidak berkonsekuensi. Baik bagi pelaku maupun orang-orang di sekitarnya.

Tags: Film In BrugesPsikologi Karaktertrauma dari masa lalu

Feed Instagram

View this profile on Instagram

Popular Science (@popsci) • Instagram photos and videos

Related Posts

Under the Skin 2013

Under the Skin 2013, Teror Alien Seduktif dan Tragedi Penemuan Jiwa Manusia

22 Oktober 2026 | 23:31 WIB
Manusia Cyborg Pertama

Aksi Manusia Cyborg Pertama di Dunia Cyberpunk, Ghost in the Shell 2017

21 Oktober 2026 | 22:12 WIB
Fiksi Ilmiah Distopia

Mahakarya Fiksi Ilmiah Distopia dan Pencarian Jati Diri, Blade Runner 2049

20 Oktober 2026 | 23:07 WIB
Outback, bertahan hidup di alam liar

Outback 2019, Liburan Romantis yang Berubah Menjadi Teror Padang Gurun Australia

19 Oktober 2026 | 22:21 WIB
perjuangan bertahan hidup

Liburan Romantis yang Berubah Menjadi Teror Beruang Hitam Ganas, Backcountry 2014

16 Oktober 2026 | 23:02 WIB
Wildlike 2014, Hutan Alaska

Wildlike 2014, Pelarian Remaja Trauma di Luar Luasnya Hutan Alaska

14 Oktober 2026 | 23:07 WIB
@palembang

Trending

Kualitasnya Mantap, Jalan Desa Tanjung Agung Jadi Contoh Pembangunan di Muba

Yuk Ikut Seleksi Terbuka Sumsel United U-19 dan Garuda United Academy, Terbuka Jalur Umum dan Undangan

Mengungkap Misteri Tipe MBTI Paling Langka

Marzuki Alie Kritik Pemkot Palembang soal PBB Aset Pendidikan

Kurang dari 1×24 Jam, Polsek Sukarami Ringkus Komplotan Curanmor yang Beraksi di 20 TKP

Pelaksaan Ujian Dinas Periode II dan Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat Tahun 2026 di BKN Palembang

Kasual atau Casual, Satu Kata Beda Makna

Info Terbaru

Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali Jelang FIFA Matchday November

Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali Jelang FIFA Matchday November

7 November 2026 | 15:00 WIB
Hari Kedua Rakerda 2026, BPN Sumsel Perkuat Komitmen Kinerja dan Pembangunan Zona Integritas

Hari Kedua Rakerda 2026, BPN Sumsel Perkuat Komitmen Kinerja dan Pembangunan Zona Integritas

7 November 2026 | 13:58 WIB
Ossy Dermawan Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Ossy Dermawan Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

6 November 2026 | 19:47 WIB
Kementerian ATR/BPN Gelar Ekspose Manajemen Talenta Bersama BKN

Kementerian ATR/BPN Gelar Ekspose Manajemen Talenta Bersama BKN

6 November 2026 | 16:59 WIB
Masyarakat Penerima Manfaat Reforma Agraria Naik 26 Persen, Tanah Produktif untuk Kesejahteraan Masyarakat

Masyarakat Penerima Manfaat Reforma Agraria Naik 26 Persen, Tanah Produktif untuk Kesejahteraan Masyarakat

6 November 2026 | 16:16 WIB
Piala Asia 2027 Ditunda, Erick Tohir: Timnas Indonesia Diuntungkan

Piala Asia 2027 Ditunda, Erick Tohir: Timnas Indonesia Diuntungkan

6 November 2026 | 16:05 WIB

Kulineran Bareng Plg!

@majolemak.plg

  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Karir
  • About Us
  • Kontak

Plg.co.id - Medianya Milenial & Gen Z

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Sumsel
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Sport
  • Sriwijaya FC
  • Tekno & Sains
  • Selebriti
  • Lifestyle & Health
  • Food & Travel
  • Media Sosial
  • Film
  • Foto
  • Advertorial
  • Liputan Khusus

Plg.co.id - Medianya Milenial & Gen Z

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist