PALEMBANG — Black Sesame Technologies mencuri perhatian di ajang teknologi bergengsi Asia Tech x
Singapore (ATxSG) 2025, dengan memamerkan deretan inovasi robotik dan AI berstandar otomotif di Singapore EXPO Convention Center.
Untuk pertama kalinya ikut serta di ajang ini, Black Sesame tampil di zona TechXLR8Asia (Stan 4N2-5) khusus
sektor AI, IoT, dan edge computing, membawa teknologi sistem robotik canggih, ADAS (advanced driver
assistance systems), dan edge intelligence yang siap menyasar pasar industri Asia Tenggara.
Dari Jalan Raya ke Jalur Robotik
Berbekal pengalaman di sektor otomotif, Black Sesame kini melebarkan sayap ke dunia robotika lewat lini cip andalan mereka: Huashan A1000/A2000 dan Wudang C1200.
Cip ini dikenal tangguh, efisien, dan sudah dipakai oleh berbagai produsen otomotif global.
Di ATxSG 2025, pengunjung bisa melihat langsung solusi sistem robotik lengkap dari Black Sesame, termasuk:
- SOM Boards hemat energi untuk pengembangan produk lebih cepat
- Developer Kit siap pakai, kompatibel dengan ROS1/ROS2
- Turnkey Solutions dari pemilihan cip sampai produksi
- Edge-side LLM AI untuk pengambilan keputusan lokal tanpa server
Demo robot logistik berbasis Wudang C1200 dengan sistem navigasi otomatis jadi salah satu atraksi utama, menunjukkan kemampuan AI lokal (edge AI) yang makin canggih dan efisien.
Fokus Ekspansi Asia Tenggara
Sejak membuka kantor di Singapura pada 2018, Black Sesame menjadikan kawasan ini sebagai markas R&D dan pengembangan pasar global.
“Permintaan akan robotika di Asia Tenggara sangat besar, terutama di industri, logistik, dan mobilitas perkotaan,” kata Dr. Xu Jin, General Manager Black Sesame Technologies Singapore.
“Kami hadir bukan hanya dengan perangkat keras, tapi juga solusi cerdas yang bisa di sesuaikan kebutuhan klien.”
Ke depan, akan terus memperluas jaringan mitra di kawasan untuk mendorong adopsi teknologi robotik di sektor manufaktur pintar, layanan robotik, dan smart city.

















